Jumlah PDP Turun, 2 ODP Dinyatakan Negatif Covid-19

Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan keterangan pers di Balaikota Pariaman, Senin (6/4). (IST)

Pemerintah Kota Pariaman merilis angka orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami penurunan. Jika sebelumnya jumlah ODP sebanyak 75 orang dan PDP 4 orang, Senin (6/4) ODP menjadi 54 orang dan PDP tinggal 2 orang.

“Kita terus berupaya untuk menekan penyebaran virus korona di Kota Pariaman dengan berbagai kebijakan yang kita lakukan untuk itu,” ungkap Walikota Pariaman, Genius Umar, saat memberikan keterangan resmi di Balaikota Pariaman, Senin (6/4).

Menurutnya, angka tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu. Namun pihaknya terus berupaya agar mampu menekan jumlah ODP dan PDP tersebut.

Dijelaskan Genius, penurunan jumlah PDP dari 4 menjadi 2 setelah keluar hasil dari pengujian swab yang menyatakan negatif. Sedangkan untuk ODP berkurang karena yang bersangkutan telah selesai melakukan karantina selama 14 hari, dan mereka terpantau sehat.

“Kita telah melakukan berbagai kebijakan mulai dari pembuatan posko percepatan penanganan Covid-19 di Balaikota Pariaman dilanjutkan dengan pembuatan posko tanggap darurat di pintu masuk perbatasan Kota Pariaman. Melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas umum, kantor, instansi dan rumah penduduk, penutupan objek wisata, kebijakan belajar di rumah untuk pelajar TK, SD, SMP, SMA sederajat, serta pemberian bantuan untuk masyarakat miskin terdampak,” paparnya.

Selain itu, katanya, Pemko Pariaman juga membagikan masker kepada masyarakat dan pedagang yang beraktivitas di pasar penampungan Pariaman, serta melalui laboratorium lingkungan hidup di Dinas Perkim LH Kota Pariaman. “Kita juga membuat ribuan hand sanitizer yang didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Genius berharap Covid-19 yang telah menjadi pendemi di seluruh dunia dapat segara berlalu. “Semoga bencana ini dapat segera berlalu, sehingga aktivitas kita dapat berjalan seperti sediakala, dan masyarakat dapat tenang untuk beraktivitas dan melanjutkan pekerjaannya tanpa ada rasa was-was, sehingga Kota Pariaman, khususnya dan Indonesia pada umumnya, dapat bergerak maju dan segera pulih dari bencana ini,” pungkasnya. (*)