Sultan: Mari Dukung Program Pemerintah Hadapi Covid-19

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin saat memimpin salah satu rapat di DPD RI. (IST)

Melalui Perpres 54 tahun 2020, anggaran belanja pemerintah pusat akan diutamakan untuk penanganan virus korona dan dipakai untuk mengatasi ancamaan yang membahayakan perekonomian nasional. Belanja akan difokuskan pada kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan perekonomian. Selain itu, pemerintah juga membuat aturan agar dana desa yang menjadi bagian dari TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) dapat digunakan untuk jaring pengaman sosial berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi warga miskin dan kegiatan penanganan wabah Covid-19.

“Semua struktur negara bergerak dari yang paling atas sampai paling bawah. Dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah bahkan tingkat desa, RW dan RT. Semua lembaga formal menyatakan waspada dan darurat korona. Tidak ketinggalan para tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, politisi dan semua lapisan masyarakat, semua bersuara perang terhadap korona. Mereka mengambil peran masing-masing untuk menyelamatkan, diri, keluarga dan lingkungannya dari wabah Covid-19,” ungkap Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, Kamis (9/4).

Demikian juga kata Sultan, DPD RI mengambil tak ketinggalan mengambil peran. Sebagai representasi formal masyarakat daerah di pusat, jauh hari sebelum Jakarta ditetapkan darurat korona, DPD RI telah mengadakan rapat pimpinan dan mengambil keputusan agar anggota DPD RI yang saat itu masih kegiatan reses di daerah pemilihannya yang seyogianya harus kembali lagi ke Jakarta untuk rapat paripurna, dimohon untuk tetap tinggal di daerah pemilihan masing-masing.

Pimpinan lembaga lanjutnya, memberikan tugas khusus kepada semua senator untuk fokus membantu penanganan wabah korona bersama-sama dengan stakeholder dan masyarakat di daerah masing-masing. Seperti melakukan edukasi ke masyarakat terkait dengan saran pemerintah mengenai sosial distancing, work from home, pembagian masker dan hand sanitizer serta Alat Perlindungan Diri (APD) lainnya kepada para petugas medis serta masyarakat sembari melakukan fungsi pengawasan sebagai anggota DPD RI.

“Kami juga telah mengambil keputusan untuk menghentikan/meniadakan kegiatan ke sejumlah negara. Beberapa anggota yang seharusnya berangkat bulan Januari juga sudah dilarang. Beberapa anggota DPD RI juga sudah meminta agar Pilkada 2020 ditunda dahulu. Ini dilakukan sebelum kemudian DPR bersama pemerintah dan KPU membahas dan menyatakan akhirnya Pilkada 2020 ditunda.

Semua dilakukan dalam rangka perang terhadap wabah korona,” paparnya.

Ia menyambung, apapun jabatannya, bagaimanapun statusnya, dimanapun keberadaannya, saat ini semua siaga perang terhadap Covid-19. Anjuran untuk physical distancing, anjuran untuk cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, jaga jarak, tetap tinggal di rumah, work from home, beribadah dari rumah terus menggema setiap hari di semua media. “Semua dilakukan dalam rangka membangun kesadaran bersama akan pentingnya untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19.

Kesadaran semua pihak semakin meningkat. Persatuan dan kesatuan semakin terasa. Sikap gotong-royong di tengah masyarakat semakin tumbuh. Semua bahu-membahu untuk menghentikan penyebaran virus korona,” jelasnya.

Ia mengatakan, dengan perang dan adanya musuh bersama, kita bisa menghilangkan perbedaan kepentingan. Dan bagi bangsa Indonesia, sejarah juga telah memberikan pelajaran bahwa kita pasti dan akan bersatu tatkala kita menghadapi musuh bersama. Covid-19 juga merupakan tantangan dan momentum untuk menunjukan posisi dimana negara kita berada sebagai sebuah bangsa dalam hubungan antar bangsa. Ajang eksistensi sebuah bangsa.

“Tapi yang terpenting, dalam menghadapi situasi seperti ini adalah saatnya kita bersatu. Tingkatkan solidaritas meskipun kita renggangkan komunitas. Kita tingkatkan ikatan batin meskipun kita kurangi silahturahim. Dan sembari kita bergandengan tangan dan bersatu melawan virus korona, kita juga mempersiapkan diri untuk cepat bangkit karena kita semua harus yakin ini semua akan cepat berlalu,” imbuhnya.

Ia mengajak, kita cepat bangkit menjadi bangsa yang kuat. Pemerintah telah menetapkan landasan-landasan, program-program untuk menangani virus ini dan menghadapi dampak yang ditimbulkan atas wabah ini. “Mari kita support bersama dengan peran dan posisi masing-masing,” pungkasnya. (*)