Operasi Patah Tulang, Ditanggung JKN-KIS

576

Defrizal memperlihatkan kartu BPJS Kesehatan.

Manfaat keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan lewat programnya berupa Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama bagi pasien di rumah sakit, baik yang rawat jalan maupun rawat inap.

Hal tersebut juga turut dirasakan oleh Defrizal, 57 yang tinggal di Komplek Pasar Siteba No. 37, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, karena telah lama menjadi peserta BPJS Kesehatan di Kota Padang.

Ia terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2014, dengan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kelas III. Selama ini, ia mendapatkan kemudahan dan terbantu pembiayaan berobatnya.

Menurut, Defrizal dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan dirinya mudah untuk mengakses setiap layanan kesehatan, baik di puskesmas maupun untuk tingkat rumah sakit.

“Pada tahun 2014 lalu, saya mengalami patah tulang di bagian tangan. Dikarenakan
terjatuh dari atas meja. Saat itu dibawa ke
Rumah Sakit RS Islam Siti Rahmah, menjalani perawatan pertama. Saya harus dioperasi oleh dokter dan menjalani rawat inap selama satu minggu,” ungkapnya.

Selanjutnya berselang dari kejadian itu, tepatnya pada tahun 2016 Defrizal juga dianjurkan oleh dokter untuk menjalani operasi patah tulang tahap kedua. Pada saat itu ia memilih Rumah Sakit Bedah Ropanasuri.

“Tak hanya itu, waktu tahun 2017 saya juga sempat melakukan pengobatan mata katarak di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) di Gunungpangilun,” bebernya.

Defrizal menjelaskan selama menjalani operasi hingga perawatan sama sekali tidak mengeluarkan uang sedikit pun, semua biaya perawatan termasuk obat-obatan dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Tak menemukan bentuk kesulitan yang terkadang sering didengar dari kebanyakan orang. Saya bersyukur sejak awal operasi hingga masa kontrol segala biayanya telah ditanggung Program JKN-KIS,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sakit bisa menyerang siapa dan kapan saja. Untuk itulah, masyarakat perlu mempunyai asuransi kesehatan sedini mungkin sebagai proteksi diri.

“Kehadiran Program JKN-KIS yang telah digulirkan pemerintah ini selain untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, namun juga memberikan berkontribusi positif terhadap kesejahteraan setiap masyarakat,” tuturnya.

Defrizal juga mengungkapkan salah satu ciri negara yang maju adalah negara yang sudah memiliki jaminan kesehatan kepada rakyatnya dan Program JKN-KIS ini merupakan wujud dari kehadiran negara kepada rakyatnya.

“Saya berharap Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan ini tetap ada, karena sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Ini sudah saya buktikan sendiri dengan pengalaman saya selama mengalami 2 kali menjalani operasi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun dan dengan perawatan yang sangat baik,” tukas Defrizal.

Ia juga mengucapkan terima kasih dengan adanya program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, karena program ini sangat membantu dirinya di saat sakit. (adv)