Materi Pembelajaran Selama di Rumah Harus Sesuai UU Sisdiknas

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Evi Apita Maya. (IST)

Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan TVRI menayangkan program bertajuk Belajar dari Rumah diapresiasi Komite III DPD RI. Program ini dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orangtua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komite III DPD RI, Evi Apita Maya, Minggu (12/4).

Program tayangan Belajar Dari Rumah katanya dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses internet, baik karena faktor ekonomi maupun letak geografis, khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan, sambungnya, maka materi pembelajaran program tayangan Belajar Dari Rumah harus menyesuaikan dan/atau merujuk pada Pasal 37 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona (UU Sisdiknas), sehingga materi pembelajaran terbagi dalam kluster berikut.

Ia menyebut, kluster pertama, pendidikan agama dan kewarganegaraan, diberikan dalam rangka peningkatan iman dan taqwa serta pembentukan karakter peserta didik yang cinta tanah air. Kluster kedua, matematika dan ilmu pengetahuan alam, diberikan dalam rangka peningkatan numerasi peserta didik.

Kluster ketiga, kejuruan dan keterampilan, diberikan untuk membentuk peserta didik memilki keahlian dan keterampilan. Kluster keempat, bahasa, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, diberikan dalam rangka peningkatan literasi peserta didik.

Ia menjelaskan, Komite III DPD RI juga mendorong Kemendikbud untuk menambahkan program belajar di rumah yang mengharuskan aktivitas fisik seperti, senam, tarian tradisional, atau melukis dan lain-lain. Hal ini agar membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. “Menyisipkan pesan-pesan kepada anak didik terkait dengan pencegahan penularan virus korona, seperti membudayakan hidup bersih dan selalu berada di rumah,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, kementerian juga dapat memberikan pendidikan ketrampilan membuat masker dan hands sanitizer secara sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Sehingga dapat mengurangi kelangkaan masker serta hands sanitizer.

“Untuk memaksimalkan implementasi program tersebut, Komite III DPD RI melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut bersama pemangku kepentingan di daerah,” paparnya. (*)