Pembukaan MTQN ke-28 Suguhkan Tarian “Syahadat Mengangkat Harkat”

42
Tarian massal berjudul “Syahadat Mengangkat Harkat” disajikan saat pembukaan MTQN ke 28 di Sumbar. (IST)

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-28 di Main Stadium Utama Sumatera Barat di Sikabu, Kabupaten Padangpariaman kental dengan adat dan kesenian Minangkabau.

Pembukaan dimeriahkan suguhan tarian massal berjudul “Syahadat Mengangkat Harkat”. Karya tersebut merupakan karya Elly Kasim dan Almarhum Nazif Basir. Menarik sejarah, pembukaan MTQ ke-13 di Sumbar juga dimeriahkan tarian massal berjudul “Iqra”.

Koreografer nasional asal kabupaten Solok Selatan (Solsel) Hartati mengatakan,
karya Elly Kasim dan Almarhum Nazif Basir mengajak kembali masyarakat Minangkabau meninjau sejarah.

Dalam pementasan pembukaan MTQ Nasional ke-28 pada Sabtu (14/11/2020) malam itu dibagi dalam tiga episode yang melibatkan sekitar 100 orang penari, 30 orang pemusik dan 20 orang aktor. Umumnya mahasiswa seni dan kelompok sanggar seni.

Menurut Hartati, konsep tersebut merupakan karya terakhir dari salah seorang budayawan, seniman tokoh masyarakat Minangkabau almarhum Nazif Basir yang juga suami dari penyanyi legendaris Elly Kasim

Dalam episode pertama pembukaan MTQ Nasional ke-28 mengangkat visual jazirah Arab. Episode ini tentang turunnya surat Al-Mudatsir 1-7, sebagai perintah Allah untuk bangun dari “tidur”, mengagungkan-Nya dan meninggalkan perbuatan keji.

Kemudian, pada episode kedua menampilkan tema Minangkabau dan Islam. Mengangkat peristiwa bukit Marapalam yaitu tentang, pertikaian kaum adat dan ulama-ulama yang menamakan dirinya “Harimau Nan Salapan” pada abad ke-18.

Mereka saling berhadapan hingga terjadinya konsesus Perjanjian Bukik Marapalam yaitu “Adaik basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah”. Sajian episode 2 disampaikan dengan konsep opera dan konsep bertutur dari kekayaan tradisi Minangkabau. Pada episode ketiga menampilkan keberagaman budaya Indonesia dan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. (adv)