Padukan Nuansa Islami, Kesenian dan Kebudayaan

Penyerahan piala juara umum oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (IST)

Gelaran Musabaqah Tilawatil Al Quran (MTQ) Nasional di Sumbar berlangsung sukses. Mulai dari pembukaan, perlombaan hingga penutupan. Banyak hal yang dipadukan dalam gelaran iven nasional tersebut di Sumbar. Nuansa islami berpadu dengan kesenian, kebudayaan hingga adat istiadat.

Kesuksesan MTQ Nasional ke XXVIII itu juga tidak terlepas dari peran Dinas Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar). Ada 16 komunitas seni pertunjukan dan film (12 komunitas seni dan 4 komunitas film) dilibatkan dalam kegiatan pembukaan dan penutupan MTQ Nasional ke XXVIII tahun 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti menjelaskan, pelibatan 16 komunitas seni bertujuan agar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tetap semarak di masa pandemi Covid-19. Selain itu, dalam perpaduan kesenian dan kebudayaan pada ajang itu, banyak hal yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Seperti pesan-pesan moral dan menjemput kembali sejarah-sejarah dan kebudayaan di Minangkabau. “Alhamdulillah, semua acara berjalan dengan aman dan lancar,“ ujarnya saat diwawancara.

Disampaikannya, MTQ Nasional di Sumbar merupakan ajang yang sangat dirindukan masyarakat. Bukan hanya karena rentang penantian yang panjang, untuk menjadi tuan rumah. Tapi juga karena MTQ bagian dari tradisi masyarakat. “Seperti saat Ramadhan atau waktu-waktu mulia lainnya, fastabiqul khairat melalui kompetisi pembacaan Al Quran, jamak ditemui hingga ke nagari-nagari,” ujarnya.

Menurutnya, kehidupan penuh nuansa keislaman menjadi bahagian dari tradisi komunal Minangkabau. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Berangkat dari hal ini, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, melibatkan sejumlah kelompok seni pertunjukan dan film, untuk turut merefleksi nilai-nilai keislaman di Minangkabau, melalui karya video art.

Pembukaan MTQ Nasional tahun ini dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 dengan menghadirkan kreativitas baru, hasil kerja kolaborasi baru. Pandemi Covid-19 melahirkan kerja kolaboratif antara pelaku film dengan pelaku seni pertunjukan. “Prosesnya dengan membuat konten yang berbeda, disesuaikan dengan kapasitas grup atau komunitas yang ada. Karya tersebut didokumentasikan (divideokan) dan akan disebar ke berbagai media informasi untuk sosialisasi,” ungkapnya.

Gemala melanjutkan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan Biro Humas untuk penyeberan konten. Termasuk juga videotron yang ada di Sumbar. “Pertunjukan 12 karya komunitas ini, kita Suguhkan kepada Masyarakat Sumbar Sehingga masyarakat Sumbar dapat menikmati pertunjukan seni yang begitu indah ini,” sebutnya.


Kafilah foto bersama usai menerima piala dan piagam penghargaan. (IST)

Kurator Produksi Video Karya Seni Pertunjukan “Mantagi Jiwa Islami” Mahatma Muhammad menjelaskan, empat komunitas film yang terlibat MTQ Nasional tersebut, yakni, Visualisme, Sarimata, Vyronium dan Patiak TV.

Sedangkan 12 komunitas pertunjukan terbagi menjadi dua pertunjukan. Di mana enam komunitas menghadirkan karya seni pertunjukan tentang enam Tokoh Bangsa dari Sumatera Barat. “Enam Tokoh Bangsa dari Sumatera Barat tersebut, yakni, Inyiak Canduang, Bung Hatta Rohanna Kudus, Rahma El Yunusiyyah, H. Agus Salim dan Buya Hamka,” terangnya.

Komunitas seni pertunjukan tradisi/kreasi yang menghadirkan karya tentang enam Tokoh Bangsa dari Sumatera Barat ini, tergabung dalam asosiasi Forum Batajau Seni Piaman. Yakni Darak Badarak, Sanggar Bundo Kanduang, Lenggang Sapayuang, Umbuik Mudo, Rangkiang Palito dan Tampuniak.

“Selain karena produktivitas dan kualitas karya, komunitas dari asosiasi ini dilibatkan karena kita tahu, tuan rumah pembukaan MTQ nantinya adalah Kabupaten Padangpariaman. Diangkat sisi keislaman dari masing-masing tokoh bangsa dari Sumbar tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kunjungi Medan, Wako Padang Jajaki Kerja Sama Pangan dengan Sumut

Sementara, enam komunitas lagi, menghadirkan pertunjukan seni kontemporer kreasi berbasis tradisi, yang domisilinya tersebar di kabupaten dan kota yang ada di Sumbar. Yakni, Komunitas Seni Intro, Impessa Dance Company, Komunitas Seni Budaya Balingka, Tanmenan Colletive Arts Project, Candasuara, dan Teater Imam Bonjol UIN Padang.

Sementara itu salah satu sanggar yang ikut dalam meramaikan pembukan dan Penutupan MTQ Nasional adalah Sanggar Saandiko Bukittinggih dimana sanggar tersebut menampilkan musik dan kesenian. Salah satu pengurus sanggar Saandiko Edi Elmitos menjelaskan, sanggarnya terpilih menjadi salah satu pengisi acara di MTQ 2020 tersebut.
“Ada sekitar belasan para penari dan pemusik dari sangar saandiko yang ikut, dimana semua yang terlibat Sudah diajarkan bahkan sebelum MTQ dimulai kita sudah berlatih dan berlatih untuk memcapai kesuksesan, “ujarnya.

Seperti diketahui, pada ajang MTQ Nasional itu, Sumbar menjadi juara umum dengan raihan emas di 9 cabang perlombaan. Kemudian raihan perak dan perunggu. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Provinsi Sumbar yang telah berjuang pada MTQ Nasional ke 28 dan berhasil mempersembahkan juara umum bagi masyarakat Sumbar.

Apresiasi juga diberikan gubernur kepada seluruh pihak yang terlibat menyukseskan pelaksanaan MTQ, seperti Dinas Kebudayaan yang menggawangi pelaku kesenian.
Ia menambahkan, prestasi sebagai juara umum merupakan hal yang sudah ditunggu selama berpuluh-puluh tahun sejak penyelenggaraan MTQN pertama kali pada tahun 1968. “Alhamdulillah kita Provinsi Sumbar akhirnya bisa mendapatkan juara umum. Ini sungguh menjadi kado istimewa bagi kita semua masyarakat Sumbar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, target awal dari Provinsi Sumbar hanya masuk peringkat 5 besar. Namun, target itu berhasil dilampaui. Dengan kegigihan, ketekunan dan kekompakan kafilah Sumbar berhasil menyabet juara umum. Irwan mengungkapkan, perjuangan peserta Sumbar menjadi juara umum melalui perjuangan dan pengorbanan yang cukup panjang. Ia menyebutkan, perjuangan itu dimulai sejak 2 tahun dulu ketika Provinsi Sumbar ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke 28.

“Persiapan dan serangkaian seleksi telah kami lakukan dalam mengahadapi iven nasional ini. Hasilnya, semua kerja keras berbagai pihak akhirnya membuahkan prestasi juara umum ini,” ujarnya.

Irwan Prayitno mengatakan sejak ditunjuk sebagai tuan rumah oleh kementerian Agama, Pemprov Sumbar langsung melakukan pembenahan dengan membagi tim menjadi dua, yaitu tim persiapan penyelenggaraan dan tim persiapan peserta MTQ Nasional.

Lebih lanjut Irwan menyampaikan, sebagai tuan rumah, dia mewakili Provinsi Sumbar mengucapkan terimakasih kepada seluruh kontingen dari 32 Provinsi di Indonesia yang telah datang dan berpartisipasi dalam lomba MTQN ke 28 Provinsi Sumbar.
Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’aruf Amin yang menutup penyelenggaraan secara virtual mengucapkan selamat kepada para pemenang dan Provinsi Sumbar yang menjadi juara umum.

Ma’aruf Amin berharap agar MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang perlombaan Al-Qur’an saja, namun diharapkan semua orang bisa mengamalkan apa-apa saja yang terkandung dalam Al-Qur’an itu sendiri. (adv)