Sumbar akan Jalankan New Normal, Gubernur Vidcon bersama Bupati dan Wali Kota

72
Gubernur Sumbar menggelar video conference (Vidcon) bersama Bupati dan Walikota jelas PSBB tahap II berakhir

Sebelum berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua pada  29 Mei 2020, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara maraton terus melakukan sejumlah persiapan.

Untuk itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno bersama bupati dan wali kota se-Sumatera barat, menggelar rapat terbatas melalui Video Conference (Vidcon), Selasa (25/05/2020).

Gubernur mengatakan bahwa sebaran kasus Covid-19 di Sumbar mulai menunjukkan grafik yang cenderung menurun.

Sampai hari ini, warga Sumbar yang terjangkit Covid-19 mencapai 510 kasus positif, hanya Kabupaten Sijunjung yang sama sekali tidak ditemukan kasus positif.

“Cuma klaster Pasar Raya ini mungkin agak sulit karena orang yang berjualan selama masa inkubasi sudah banyak bertemu orang dan belanja akhirnya membuat banyak yang tersebar,” papar  Irwan.

Selanjutnya Gubernur menjelaskan tentang konsep new normal yang mulai disosialisasikan pemerintah, di antaranya melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

New Normal merupakan suatu kehidupan dengan kebiasaan baru, aktivitas baru, di mana masyarakat diminta berdamai dan beradaptasi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Gubernur merinci perubahan pola kehidupan pada kondisi dengan kebiasaan baru, yakni pakai masker, jaga jarak dan pola hidup bersih cuci tangan dengan sabun.

M”muncul istilah “new normal” ke kantor, ke sekolah, berdagang berjalan tapi dengan mengikuti protokol Covid-19, namun formatnya seperti apa kita masih menunggu kebijakan pusat,” jelasnya.

Ada enam kriteria masuk “new normal” untuk meringankan pembatasan dan transisi harus memastikan antara lain :

1. Jumlah pertumbuhan transmisi lokal berkurang dan bisa dikendalikan;
2. Kesehatan masyarakat dan kapasitas sistem kesehatan mampu untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak dan memgkarantina;
3. Mengurangi risiko wabah dengan pengaturan ketat terhadap tempat yang memiliki kerentanan tinggi, terutama di rumah orang lanjut usia, fasilitas kesehatan mental dan permkiman padat;
4. Pencegahan tempat kerja ditetapkan, seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, etiket penerapan pernapasan;
5. Risiko penyebaran imported case dapat dikendalikan
6. Masyarakat ikut berperan dan terlibat dalam transisi.

Gubernur Sumbar juga menyampaikan dalam pemulihan ekonomi dilakukan dengan bertahap (fase), seperti industri dan jasa bisnis tetap menerapkan social distancing.

Sementara untuk sektor kesehatan beroperasi penuh dengan memperhatikan kapasitas sisitem kesehatan dan berkumpul maksimal dua orang dalam satu ruang, olahraga luar ruangan belum diperbolehkan.

“Kita tidak mungkin berdiam diri terus di rumah, mungkin sudah banyak yang protes, jenuh, apalagi menyangkut persoalan ekonomi,” ungkap Irwan.

Untuk itulah konsep New Normal akan dijalankan sembari menunggu Vaksin Covid19 ditemukan. (rel/abk)