Tandatangani SPK, Tahun Ini Program PSR akan Kembali Dilanjutkan 

21

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2021 akan kembali dilanjutkan. Hal ini menyusul telah dilakukannya penandatanganan surat perjanjian kerja sama (SPK) antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan Kementerian Pertanian RI terkait kelanjutan program ini, di Jakarta, baru-baru ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, yang mewakili Pemkab Dharmasraya dalam penandatangan SPK tersebut mengucap syukur dengan dilanjutkannya kembali program PSR di Dharmasraya.

Salam komando, Kepala Dinas Pertanian Darisman bersama Ketua Apkasindo Pekanbaru Gulat Manurung. (IST)

Karena menurutnya, program ini akan sangat membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Meskipun, kata Darisman, tantangan saat ini cukup berat, mengingat harga sawit di tingkat petani cukup tinggi, yang tentunya akan ada kecenderungan petani untuk menunda peremajaan sawitnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Darisman menandatangani surat perjanjian kerja sama. (IST)

“Tetapi demi peningkatan kuantitas dan kualitas sawit petani agar diperoleh produksi yang tinggi untuk terwujudnya kesejahteraan buat petani sawit Dharmasraya, kami, jajaran Dinas Pertanian, tetap optimis,” ungkapnya.

Darisman juga mengungkapkan, sektor pertanian tetap optimistis menjadi satu-satunya sektor yang tidak terpengaruh oleh wabah Covid-19, dan merupakan sektor yang selalu menopang ekonomi masyarakat dan bangsa.

Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya bertemu langsung dengan Pengurus Apkasindo Pusat di Pekanbaru Riau.

Baca Juga:  DPRD Mentawai Dorong Jalan Desa Bukit Pamewa-Betumonga Tuntas 2022

Melalui program prioritas pemerintah untuk mempertahankan dan peningkatkan kualitas dan kuantitas sawit Indonesia, lembaga negara Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit ( BPDPKS ) akan mengucurkan dana hibah hampir Rp 150 miliar untuk petani kelapa sawit Dharmasraya yang tergabung melalui wadah KUD guna pembangunan pabrik pengolahan sawit (PKS).

Hal ini di tegaskan oleh Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung di kantor DPP Apkasindo di Pekanbaru di depan Kadis Pertanian Dharmasraya, Darisman dan Ketua KUD Lubuk Karya Jhon Jon Nasri , Ketua KUD Bukit Jaya, Yusrizal.

“Bagaimanapun juga Apkasindo sebagai induk organisasi petani sawit di Indonesia akan mengawal dan memastikan kesejahteraan bagi petani sawit Indonesia, khususnya Dharmasraya” ucapnya

Hal senada ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Darisman. “Mudah-mudahan kedepannya petani sawit Dharmasraya tidak lagi dipermainkan harga TBS oleh pengusaha PKS yang ada di Dharmasraya, karena ke depan kita sudah punya pabrik PKS sendiri,” ucapnya. (pariwara)

Previous articleTolak Kebijakan Impor Beras, Pariyanto: Harusnya Produksi Digenjot
Next articleRamadhan, Asita Diminta Tawarkan Paket Wisata Religi Masjid Terapung