BP Jamsostek Padang Cairkan Miliaran Rupiah Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum berhenti memicu lesunya dunia usaha dan memicu banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), di Sumatera Barat. Namun kondisi tersebut telah disiapkan BP Jamsostek Cabang Padang, yang hingga kini telah membayarkan miliaran rupiah dari ratusan klaim nasabah.

“Per hari kemarin, jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BP Jamsostek Cabang Padang sebanyak 1030 kasus dan telah kami bayarkan hingga Rp 8.011.160.220,” ungkap Yuniman Lubis, Kepala kantor BPJamsostek Cabang Padang

Yuniman Lubis melanjutkan untuk klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 219 kasus dengan total yang dibayarkan sebesar Rp 876.881.351, sedangkan untuk klaim Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 11 kasus dengan total dibayarkan Rp 414.000.000 dan untuk klaim Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 201 kasus dengan total klaim yang dibayarkan sebesar Rp 221.792.490

Protokol Lapak Asik
Dimulai dengan antrian https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/ dan siapkan scan dokumen asli untuk diupload

Layanan BP Jamsostek Padang Tetap Berjalan Baik

Kepala kantor BPJamsostek Cabang Padang, Yuniman Lubis menjelaskan, walaupun dengan adanya himbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan social berskala besar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya tetap akan memberikan pelayanan kepada peserta.

Pelayanan dilakukan dengan protokol Lapak Asik (Pelayanan Tanpa Kontak Fisik). Lapak Asik BPJAMSOSTEK merupakan salah satu upaya dalam mendukung pemerintah meminimalisir dan menghentikan penularan Covid-19.

Selanjutnya, BP JAMSOSTEK Cabang Padang mendukung arahan pemerintah kota dan melakukan Work From Home Full selama 14 hari kedepan mulai tanggal 22 April sampai dengan 5 Mei 2020, sehingga tidak ada aktifitas di kantor, cukup bekerja dari rumah.

Hal ini sesuai dengan keputusan, Gubernur Sumatera Barat yang termuat dalam Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Sumatera Barat serta surat edaran dari Walikota Padang Nomor 870.202/BPBD-Pdg/IV/2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Penanganan Dampak Corona Virud Disease 2019 (Covid-90) di Kota Padang mulai tanggal 22 April s/d 5 Mei 2020.

Dengan keputusan Gubernur tersebut, menghimbau agar menghentikan seluruh kegiatan perkantoran sementara waktu dan menutup fasilitas atau tempat umum. Sehingga diharapkan dapat mendorong sebanyak mungkin pekerja untuk melakukan pekerjaan dari rumah (Work From Home / WFH). (*)