Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

63.861 Warga Agam Sudah Tersentuh MBG, SPPG Terus Diperluas

P
Penulis: Putra Susanto❯

 


Advertisement

Kepala DKPP Agam, Rosva Deswira saat meninjau kesiapan SPPG baru Polres Agam, Lubukbasung, Senin (2/2).
Kepala DKPP Agam, Rosva Deswira saat meninjau kesiapan SPPG baru Polres Agam, Lubukbasung, Senin (2/2).
PADEK.JAWAPOS.COM–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam terus menunjukkan perluasan jangkauan. Hingga kini, 63.861 warga tercatat telah menerima manfaat program tersebut, yang terdiri dari anak sekolah serta kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Untuk menopang cakupan layanan itu, 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi. Dalam waktu dekat, dua unit baru akan menyusul. Meski jaringan layanan kian meluas, pemerintah daerah menegaskan standar mutu dan keamanan pangan tidak boleh turun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Agam, Rosva Deswira, meninjau kesiapan dua SPPG baru di Sungaijariang dan SPPG Polres Agam, Lubukbasung, Senin (2/2). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan perluasan layanan berjalan seiring dengan terjaganya kualitas pelayanan dan keamanan pangan.

Advertisement

”Saat ini sudah ada 28 SPPG yang beroperasi di Agam dengan penerima manfaat sebanyak 63.861 orang. Dua titik ini kita pastikan dulu semuanya tersedia dan aman sebelum beroperasi. Kita tidak ingin layanan dibuka tapi belum siap,” ujar Rosva.

Pemkab Agam menegaskan seluruh SPPG yang telah beroperasi telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) sebagai prasyarat keamanan pangan. Namun, bertambahnya unit layanan juga menuntut pengawasan yang lebih ketat agar standar yang sama tetap terjaga di lapangan.

Pengalaman operasional 28 SPPG selama ini menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi berbagai persoalan klasik, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, konsistensi pasokan bahan pangan, hingga ketepatan distribusi. Pemerintah daerah menilai, perluasan jaringan layanan harus diiringi dengan penguatan sistem, bukan sekadar menambah jumlah unit.

Advertisement

Dalam dialog dengan pengelola SPPG, Rosva kembali menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Keberhasilan Program MBG, menurutnya, tidak bisa ditopang satu OPD semata. Peran dinas kesehatan, dinas pendidikan, pemerintah nagari, hingga unsur keamanan dibutuhkan agar layanan berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dengan cakupan penerima manfaat yang telah mencapai puluhan ribu jiwa, perluasan SPPG memang memperluas akses layanan gizi. Namun kualitas, konsistensi, dan pengawasan tetap menjadi ”ujian” utama agar program strategis nasional ini benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar ramai di awal. (*)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Survei SMRC: Kepuasan pada Prabowo Turun ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan pada Prabowo Turun ke 44,5 Persen

Survei SMRC Oktober 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo 44,5 persen, sedangkan ketidakpuasan mencapai 53,4 persen.

Ratusan Relawan MBG Sumbar Gelar Aksi Damai, Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Ratusan Relawan MBG Sumbar Gelar Aksi Damai, Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Ratusan relawan MBG Sumbar menggelar aksi damai di DPRD Sumbar untuk meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan karena dinilai bermanfaat.

Loloskan SPPG Abal-abal hingga Markup Motor Listrik, Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan Kejagung

Loloskan SPPG Abal-abal hingga Markup Motor Listrik, Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan Kejagung

Kejagung menahan tiga mantan pimpinan BGN, termasuk Dadan Hindayana, dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer