Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPA Cumateh Overload, Agam Terancam Darurat Sampah

P
Penulis: Putra Susanto❯

Kondisi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cumateh di Lubukbasung kian mengkhawaritkan, Selasa (17/3).
Kondisi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cumateh di Lubukbasung kian mengkhawaritkan, Selasa (17/3).
PADEK.JAWAPOS.COM-Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cumateh di Lubukbasung kian kewalahan. Volume sampah yang terus membeludak membuat kapasitasnya nyaris tak lagi mampu menampung beban harian, mendorong Kabupaten Agam menuju kondisi darurat sampah.


Advertisement

Pantauan di lokasi, Selasa (17/3), tumpukan sampah menggunung di kawasan Nagari Persiapan Sungaijariang itu. Bau menyengat tercium sejak beberapa kilometer sebelum tiba di area TPA.

Kepala UPT Pengolahan Sampah Cumateh, Yusnadi, menyebut sedikitnya 17 truk membuang sampah setiap hari. Rinciannya, lima truk dari wilayah barat Agam, lima dari Dinas Lingkungan Hidup wilayah timur, serta tujuh armada swasta.

”Rata-rata satu truk sekitar lima ton. Jadi, ada sekitar 85 ton sampah masuk setiap hari,” ujarnya.

Advertisement

Dengan luas hanya sekitar 3 hektare dan telah beroperasi lebih dari satu dekade, kapasitas TPA Cumateh kini jelas tak lagi sebanding dengan lonjakan volume sampah. Beban semakin berat karena lokasi ini juga sempat menampung kiriman dari Kota Bukittinggi. Dampaknya mulai terasa. Selain mencemari udara, potensi pencemaran air kian mengintai, disertai ancaman kesehatan bagi warga sekitar.

Anggota DPRD Agam Fraksi Nasdem, Syahrial menilai kondisi ini sebagai alarm serius. Ia menyebut Agam tengah berada dalam pusaran krisis sampah yang juga dialami banyak daerah di Indonesia.

”Ini bukan sekadar label darurat. Kondisi ini harus direspons cepat dengan langkah konkret,” tegasnya.

Advertisement

Menurutnya, tanpa intervensi segera, TPA Cumateh bisa benar-benar kolaps dan memperparah krisis lingkungan di Agam.

Ia mendorong langkah darurat sekaligus solusi jangka panjang, termasuk penyiapan TPA baru. Namun, diakui prosesnya tidak sederhana, mulai dari ketersediaan lahan hingga penerimaan masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembenahan dari hulu. Program pemilahan sampah, daur ulang, hingga penguatan bank sampah dinilai masih belum berjalan optimal.

Upaya pengurangan sampah dari sumber seperti pembatasan plastik sekali pakai, optimalisasi TPS3R, serta edukasi berkelanjutan juga dinilai belum maksimal.

”Kalau hanya mengandalkan TPA, masalah ini tidak akan pernah selesai. Harus dibenahi dari hulu ke hilir,” katanya.

Ia juga mendorong agar penanganan krisis sampah ini segera dimasukkan dalam Rencana Kerja OPD tahun 2027 agar memiliki kepastian program dan dukungan anggaran.

Kini, TPA Cumateh tak lagi sekadar penuh, tetapi telah menjadi ”bom waktu” lingkungan. ”Dampaknya bukan hanya hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam belum memberikan tanggapan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Minang Geopark Run Libatkan 300 Tenaga Lokal, 3.800 Pelari Ramaikan Bukittinggi-Agam

Minang Geopark Run Libatkan 300 Tenaga Lokal, 3.800 Pelari Ramaikan Bukittinggi-Agam

Minang Geopark Run 2026 menghadirkan 3.800 pelari sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat keterlibatan tenaga kerja lokal Bukitting

Dengan Kearifan Lokal, Pemkab Agam Selesaikan Masalah  Lahan 440 Huntap Padang Mardani

Dengan Kearifan Lokal, Pemkab Agam Selesaikan Masalah Lahan 440 Huntap Padang Mardani

Pembangunan 440 hunian tetap di Padang Mardani, Agam, memasuki tahap penyiapan lahan. Penyelesaian persoalan 18 petani penggarap menjadi bag

Puluhan Tahun Terendam Luapan Air, Warga Muaro Lubukbasung Dambakan Bandar Permanen

Puluhan Tahun Terendam Luapan Air, Warga Muaro Lubukbasung Dambakan Bandar Permanen

Warga Muaro Lubukbasung, Agam, berharap bandar permanen segera dibangun untuk mengatasi luapan air yang menggenangi jalan dan lahan pertania

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer