Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akses Padanglua-Maninjau Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor di Sungailandia

Randi Zulfahli
Penulis: Randi Zulfahli❯
Material longsor yang sempat menutup akses Padanglua-Maninjau di Nagari Sungailandia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, berhasil dibersihkan sehingga kendaraan kembali dapat melintas, Rabu (10/6/2026). Foto: BPBD Agam.
Material longsor yang sempat menutup akses Padanglua-Maninjau di Nagari Sungailandia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, berhasil dibersihkan sehingga kendaraan kembali dapat melintas, Rabu (10/6/2026). Foto: BPBD Agam.

Advertisement

LUBUKBASUNG, PADEK.JAWAPOS.COM — Akses transportasi yang menghubungkan Padanglua dengan Maninjau kembali normal setelah material longsor yang menutup badan jalan di Nagari Sungailandia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, berhasil dibersihkan pada Rabu (10/6/2026).

Jalur utama tersebut sebelumnya sempat terputus akibat longsor yang terjadi di Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungailandia, sekitar pukul 02.00 WIB. Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menerima laporan kejadian dari pemerintah nagari setempat pada pukul 06.25 WIB dan segera melakukan koordinasi untuk penanganan di lapangan.

Advertisement

Material longsor berupa tanah dan pohon tumbang menutup badan jalan dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter dan panjang sekitar 30 meter. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua hanya bisa melewati lokasi dengan sangat hati-hati.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan proses pembersihan dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, masyarakat, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat.

Advertisement

Warga setempat bergotong royong menyingkirkan material pohon yang tumbang, sementara alat berat milik pemerintah provinsi dikerahkan untuk membersihkan timbunan tanah yang menutup jalan.

"Saat ini sedang dilakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan alat berat provinsi. Untuk akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan pada pukul 10.35 WIB," ujar Abdul Ghafur.

Dengan dibukanya kembali akses tersebut, arus transportasi Padanglua-Maninjau yang sempat terganggu kini kembali berjalan normal. Jalur tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Agam.

Meski kondisi jalan telah kembali dapat dilalui kendaraan, masyarakat dan pengguna jalan diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun. Kawasan perbukitan di sepanjang jalur Padanglua-Maninjau diketahui memiliki sejumlah titik yang rawan terjadi longsor ketika curah hujan tinggi.

Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan seiring masih tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Banjir Padang Laweh Agam Rusak 30 Hektare Lahan Pertanian, Jalan Penghubung Dua Jorong Terdampak

Banjir Padang Laweh Agam Rusak 30 Hektare Lahan Pertanian, Jalan Penghubung Dua Jorong Terdampak

Banjir Padang Laweh Agam merusak 30 hektare lahan pertanian, menggenangi empat rumah dan satu mushala, serta merusak akses jalan.

Tembok Pembatas SMAN 1 Banuhampu Dijebol Warga, Empat Rumah Terendam Banjir

Tembok Pembatas SMAN 1 Banuhampu Dijebol Warga, Empat Rumah Terendam Banjir

Banjir menggenangi SMAN 1 Banuhampu dan empat rumah warga. Masyarakat menjebol tembok pembatas sekolah untuk memperlancar aliran air tersumb

Polongan Tersumbat Lumpur dan Sampah, Air Meluap ke Jalan hingga Sawah di Padang Laweh

Polongan Tersumbat Lumpur dan Sampah, Air Meluap ke Jalan hingga Sawah di Padang Laweh

Hujan deras dan polongan tersumbat memicu luapan air di Padang Laweh, Agam, hingga menggenangi jalan, permukiman, dan lahan pertanian warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer