Anggota Pusdal Ops BPBD Agam, Lukman Syahputra menyebut, peristiwa tumbangnya pohon itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Akibatnya, jalur penghubung Bandarbaru-Silayang sempat putus, sebelum ditangani petugas BPBD dan Damkar Agam.
"Pohon tumbang menutup badan jalan. Dampak kejadian itu, akses masyarakat dari Bandarbaru ke Silayang dan Parikpanjang sempat terputus. Namun saat ini jalan sudah bisa dilewati kembali setelah upaya pembersihan yang dilakukan satgas BPDB, Satpol PP-Damkar, pemerintah kecamatan, dan nagari," katanya.
Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun masyarakat diminta tetap waspada menyikapi kondisi cuaca yang mulai ekstrem saat ini. Ini mengingat, daerah Agam sangat rentan terhadap ancaman bencana banjir, tanah longsor termasuk pohon tumbang.
"Akhir-akhir ini curah hujan di Agam cukup tinggi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan siaga. Apalagi akibat kondisi cuaca yang buruk dalam dua hari terakhir memicu bencana banjir dan longsor plus pohon tumbang di sejumlah titik wilayah Agam," jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta semua pihak agar saling bekerjasama dalam hal pencegahan dan penanganan bencana secara terpadu. Mengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana terutama untuk mengurangi risiko bencana atau mitigasi bencana. (p) Editor : Novitri Selvia