PADEK.JAWAPOS.COM-Beberapa hari lalu, BMKG memprediksi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar hingga 27 November mendatang.
Hujan dengan intensitas tinggi pun diperkirakan belangsung sampai Januari 2026. Seiring dengan itu, bencananya pun terus bermunculan dan dampaknya terus meluas di berbagai daerah.
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Agam sejak Senin (24/11) membuat sejumlah akses utama di daerah itu kolaps.
Jalur Sicincin–Malalak–Balingka (SIMAKA) putus total di tiga titik, sementara ruas jalan provinsi di Palupuah dan Palembayan ikut lumpuh akibat amblas dan longsor beruntun.
Di jalur SIMAKA, kerusakan terparah terjadi di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan Ampekkoto. Sekitar pukul 15.30, badan jalan provinsi amblas sepanjang 70 meter dengan kedalaman mencapai 40 meter.
Bagian jalan hilang terseret material tanah yang jenuh air. Arus lalu lintas langsung terhenti total.
“Tim langsung melakukan asesmen, pendataan, dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, nagari, serta PUPR,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, Selasa (25/11).
Tak hanya di Pahambatan, jalur SIMAKA juga terputus di dua titik lain, Ambacang dan Tanahputiah di Jorong Limobadak, Malalak. Seluruh kerusakan dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan perbukitan itu sejak siang.
Di Palupuah, longsor dan amblas membuat jalur vital lintas Medan–Bukittinggi tidak bisa dilalui kendaraan sejak pagi hari.
Di Jorong Batehgadang, ruas jalan provinsi amblas sepanjang 10 meter dan longsor menutup badan jalan sepanjang tiga meter dengan tinggi satu meter. Arus lalu lintas terputus total.
Situasi tak kalah parah tampak di Jorong Tigokampuang. Material longsor menimbun ruas jalan hingga 80 meter dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter.
Meski masih bisa dilewati, akses terganggu berat. Halaman kantor nagari juga ikut amblas 15 meter, dan satu jalur menuju rumah warga putus sehingga tak bisa dilewati sepeda motor.
Sementara itu di Jorong Pagadihhilia, material batu besar terbawa longsor dan menutup jalan provinsi sepanjang dua meter. Akses kini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Kondisi diperburuk dengan longsor beruntun di Kecamatan Palembayan. Empat titik jalan provinsi di kawasan Gumarang dan Lubukgadang runtuh atau tertutup material longsor.
Lalu lintas lumpuh karena badan jalan tergerus dan tebalnya timbunan tanah. Penanganan masih menunggu tambahan alat berat karena situasi lokasi rawan longsor susulan.
BPBD Agam mengimbau masyarakat menghindari jalur perbukitan sementara waktu. Petugas masih memantau perkembangan di lapangan mengingat potensi hujan masih tinggi dan kondisi tanah sudah jenuh air.
Satu Warga Diduga Tertimbun
Deretan bencana di Kabupaten Agam kembali memuncak, Selasa (25/11). Longsor besar kembali menghantam Jorong Paninggiran Bawah, Nagari Nanlimo, Kecamatan Palupuah.
Dampaknya bukan hanya menutup Jalinsum Bukittinggi–Medan, tetapi juga menimbun satu rumah beserta penghuninya.
Rumah milik Muhammad Daud (35) rata dengan tanah setelah tebing runtuh akibat hujan lebat berkepanjangan. Hingga Selasa sore, warga tersebut belum ditemukan.
“Kami masih melakukan pencarian. Diduga korban tertimbun material longsor,” ujar Camat Palupuah Nong Rianto Dt Maruhun.
Tim gabungan terus mengeruk lokasi meski cuaca tidak bersahabat. Hujan deras yang tak kunjung reda membuat proses evakuasi lambat dan berbahaya. “Kami belum bisa memastikan kapan pembersihan selesai,” tambah camat.
Palupuah menjadi salah satu kawasan paling terpukul dalam rentetan hujan ekstrem sejak Minggu (23/11).
Longsor baru di Paninggiran pada Selasa itu menjadi titik keenam sepanjang Jalinsum wilayah tersebut, dan yang paling parah karena memutus total akses Bukittinggi–Medan.
Baca Juga: Chelsea Unggul 1-0 atas Barcelona: Gol Bunuh Diri Kounde, Araujo Dikartu Merah
Selain menimbun jalan dan rumah, banjir dan longsor juga merusak areal pertanian serta kebun warga di sejumlah nagari.
Material longsor masih menggunung di beberapa titik, dan pembersihan terus berlangsung di tengah ancaman longsor susulan. Sampai berita ini ditulis, upaya pencarian Muhammad Daud masih berlanjut di lokasi bencana.
31,18 Ha Lahan Pertanian Terdampak
Di sisi lain, Dinas Pertanian Kabupaten Agam mencatat sekitar 31,18 hektare lahan pertanian—terdiri dari sawah dan cabai—terendam banjir dan terdampak longsor akibat hujan lebat yang berlangsung sejak 22–25 November 2025.
Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, menyebut dampak tersebar di Kecamatan Palembayan (5,40 ha), Palupuh (6,28 ha), Tanjung Raya (16,50 ha), Ampek Koto (1 ha), dan beberapa titik lain. Tanaman padi berusia 1–8 minggu serta sekitar 0,5 hektare lahan cabai ikut terdampak.
Ia menegaskan pendataan masih berlangsung oleh penyuluh di lapangan, termasuk perhitungan total kerugian. Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu longsor yang menghantam lahan warga. Hingga kini, hujan masih turun di wilayah Agam.
Menyusul lonjakan titik longsor, banjir, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir, Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah memerintahkan seluruh camat segera membentuk posko tanggap darurat di kecamatan masing-masing.
Instruksi itu disampaikan bupati saat memimpin zoom meeting bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam Mhd Lutfi, pimpinan OPD, dan para camat, Selasa (25/11).
Benni menegaskan, keberadaan posko di tingkat kecamatan akan mempercepat pendataan sekaligus memperkuat koordinasi, mengingat status bencana di sejumlah wilayah sudah ditetapkan sebagai darurat.
“Setiap posko kecamatan harus melaporkan perkembangan wilayahnya secara berkala ke posko kabupaten,” tegas Benni. Saat ini posko kabupaten dipusatkan di dua titik, Lubukbasung dan Banuhampu.
Ia membuka peluang pembentukan posko hingga tingkat nagari bila situasi menuntut, agar respons lebih cepat dan dekat dengan lokasi terdampak.Koordinasi dengan forkopimda juga diminta diperkuat.
Bupati mengingatkan bahwa potensi bencana masih sangat tinggi. “Longsor, banjir, pohon tumbang, semuanya perlu diwaspadai,” ujarnya.
Relokasi Mendesak
Terpisah, ancaman bencana susulan di Nagari Kotokaciak membuat Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menginstruksikan relokasi segera bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
Instruksi itu disampaikan langsung saat ia meninjau lokasi bencana pada Selasa (25/11), setelah melihat kondisi tebing sungai yang labil dan berpotensi kembali longsor.
Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Selain relokasi, ia memerintahkan pendirian tenda darurat serta dapur umum agar kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak tetap terjamin.
“Daerah ini sudah tidak aman lagi dihuni. Relokasi harus segera dilakukan sebelum terjadi bencana susulan,” tegasnya. Setelah dari Kotokaciak, ia bergerak ke Nagari Paninjauan, salah satu titik terparah terdampak banjir bandang.
Saat menilai kondisi akses yang tertutup timbunan material, ia langsung menghubungi Kepala BWSS V Naryo Widodo untuk meminta dukungan alat berat demi percepatan pembukaan jalan dan pembersihan material.
Kerusakan yang terdata di Paninjauan meliputi dua titik jalan tertutup material, tiga kolam renang tertimbun, sekitar 5 Ha sawah/ladang tertimbun, tiga saung hancur, satu kafe tertimbun, sekitar 1 Ha kolam ikan tertimbun dan akses air bersih putus.
Ia meminta OPD terkait melakukan pendataan menyeluruh dan menjalankan langkah pemulihan prioritas, mulai dari pembukaan akses hingga suplai air bersih. (ptr)
Editor : Novitri Selvia