Kondisi lahan yang padat dan tertimbun material masih menghambat aktivitas budidaya.
Di sejumlah titik, permukaan lahan terlihat keras serta dipenuhi ilalang dan onak berduri.
Tidak tampak petani yang melakukan aktivitas pertanian di area tersebut.
Wali Nagari Bukikbatabuah, Firdaus, menyampaikan bahwa hanya sebagian kecil lahan yang dapat dipulihkan setelah upaya pengerukan.
“Dari lahan yang terdampak, hanya sekitar 25 persen yang bisa ditanami lagi, bahkan setelah pengerukan,” ujarnya.
Firdaus menjelaskan bahwa total lahan yang rusak akibat galodo mencapai 27 hektare.
Hingga kini, pemulihan lahan masih berlangsung bertahap menyesuaikan kondisi material di lapangan.(rna)