Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sepekan Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Agam Melonjak hingga Rp100 Ribu per Kilogram

Putra Susanto • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:43 WIB
FLUKTUATIF: Seorang ibu rumah tangga saat berbelanja kebutuhan dapur di pasar tradisional Lubukbasung beberapa waktu lalu.(PUTRA/PADEK)
FLUKTUATIF: Seorang ibu rumah tangga saat berbelanja kebutuhan dapur di pasar tradisional Lubukbasung beberapa waktu lalu.(PUTRA/PADEK)

 

PADEK.JAWAPOS.COM-Sepekan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Padangbaru, Lubukbasung, Kabupaten Agam, mulai menunjukkan gejolak.

Meski secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil, komoditas strategis seperti cabai justru mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Agam, Rosva Deswira, mengatakan, hasil pemantauan harian harga pangan menunjukkan adanya kenaikan pada komoditas tertentu, terutama cabai.

Menurutnya, tren ini kerap terjadi menjelang Ramadhan karena meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan dari daerah produsen belum sepenuhnya stabil.

“Secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Namun untuk komoditas hortikultura seperti cabai, memang mulai terjadi kenaikan. Ini dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi pasokan,” kata Rosva, Selasa (10/2).

Berdasarkan data pemantauan DKPP Agam dalam sepekan terakhir, cabe rawit merah mengalami lonjakan dari Rp 80.000 per kilogram menjadi Rp 100.000 per kilogram.

Sementara cabe merah keriting sempat naik dari Rp 40.000 per kilogram ke Rp55.000 sekilo, sebelum turun dan kembali bergerak di kisaran Rp 45.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga bahan pokok utama relatif bertahan. Beras lokal Kuriak Kusuik masih di kisaran Rp 18.000 per kilogram, beras premium Rp 15.400 sekilo dan beras medium Rp 13.000 per kilogram.

Harga gula konsumsi Rp 17.500 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp 21.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp 32.200 per kilogram, belum menunjukkan perubahan berarti sepanjang sepekan terakhir.

Rosva menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman menjelang Ramadhan.

Pemantauan rutin dilakukan setiap hari di pasar-pasar utama untuk mengantisipasi lonjakan harga yang berlebihan.

“Kami akan terus memonitor perkembangan harga. Jika diperlukan, langkah intervensi seperti operasi pasar akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti bawang merah yang turun dari Rp 38.000 sekilo menjadi Rp 35.000 per kilogram.

Meski demikian, kenaikan harga cabai dinilai cukup berdampak karena merupakan komoditas konsumsi harian masyarakat.

Dengan tren fluktuasi harga yang mulai terasa, DKPP Agam mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan kini menjadi perhatian utama, agar gejolak di pasar tidak semakin melebar. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#DKPP Agam #harga cabai #Rosva Deswira #Lubukbasung #Pasar Padangbaru