Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Longsor Hantam Sejumlah Daerah, Akses Jalan Putus

Novitri Selvia • Senin, 7 September 2020 | 09:29 WIB
ilustrasi. (jawapos.com)
ilustrasi. (jawapos.com)
Bencana longsor melanda sejumlah titik wilayah di Kabupaten Agam, Sabtu (5/9). Kejadian ini mengakibatkan akses lalu lintas warga terganggu karena material longsor menimbun badan jalan yang biasa dilewati masyarakat sehari-hari.

Serangkaian bencana longsor itu terjadi di Jorong Mudiak, Nagari Duokoto, Kecamatan Tanjungraya dan memutus akses masyarakat setempat menuju Nagari Baringin. Longsor juga terpantau melanda wilayah Padangmacang, Kecamatan Lubukbasung serta Jorong Limobadak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Syafrizal menyebut, longsor terjadi pada rentang waktu Jumat (4/9) sampai Sabtu (5/9). Sejumlah titik yang mengalami bencana itu sudah ditinjau dan dilakukan pembersihan.

"Pembersihan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan Satgas BPBD, TNI, masyarakat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Sumbar terkait pembersihan material longsor yang menutupi jalan di Malalak," kata Syafrizal, Minggu (6/9).

Dijelaskan, longsor di Nagari Duokoto menimbun akses masyarakat menuju Nagari Baringin. Di sini terdapat lima titik longsor dengan panjang dan ketinggian yang beragam.
Sedangkan longsor di Padangmacang mengganggu akses warga menuju Lolo Kampuang Dagang, Nagari Persiapan Sungaijariang. Longsor, katanya, terjadi pada Jumat sore akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu, namun kejadian baru dilaporkan kepada BPBD Agam sekitar pukul 10.45 WIB, kemarin. "Kita sudah melakukan peninjauan lapangan terkait laporan ini," jelasnya.

Menurutnya, jalan yang tertimbun longsor ini adalah jalan menuju perkebunan masyarakat, yang tertimbun sepanjang 6 meter dengan ketinggian material sekitar 0,5 hingga 1,5 meter. Saat ini jalan masih tertutup meterial dan akses masyarakat untuk membawa hasil perkebunan jadi terganggu.

Dikatakan, setelah berkoordinasi dengan nagari dan peninjauan lapangan, pembersihan direncanakan akan dilaksanakan secara bergotong royong bersama pemerintah nagari dan masyarakat, mengingat pada sisi kiri kanan jalan terdapat tebing yang berpotensi terjadi runtuhan tanah susulan.

Saat ini pihaknya masih menunggu jadwal dari wali nagari kapan pembersihan mulai dilaksanakan. "Jika wali nagari sudah menjadwalkannya, kita siap membantu dan turun langsung ke lapangan," pungkasnya.

Terakhir longsor di Jorong Limobadak, Nagari Malalak Timur terjadi Sabtu (5/9) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Akibanya, akses jalur Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka) kembali terganggu.

"Longsor terjadi pada lokasi longsor yang lama tepatnya di Bukikbaapik, karena di wilayah itu memang rawan terhadap bencana dengan kondisi tebing yang labil. Akibat kejadian itu, material longsor menimbun badan jalan mengakibatkan akses masyarakat jadi terganggu," ujarnya.

Namun, katanya, kendaraan roda dua dan empat masih bisa melewatinya dengan cara buka tutup, karena jalan tertimbun tidak terlalu parah. "Meski begitu kita minta pengendara tetap waspada melewatinya, karena kondisi jalan yang licin," sebut Syafrizal.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, nagari dan TNI untuk melakukan pendataan, serta berkoordinsi dengan Dinas PUPR Sumbar terkait pembersihan material longsor yang menutupi jalan.

Sementara itu, Camat Malalak, Ricky Eka Putra mengatakan, kondisi longsor tidak begitu parah, namun menimbun badan jalan sepanjang 6 meter dengan ketinggian sekitar 30 centimeter. "Alat berat milik Dinas PUPR provinsi sudah ada di lokasi dan sekarang dkemarin, red) masih menunggu operatornya," katanya.

Ricky mengakui, sejak beberapa waktu lalu longsor sering terjadi di lokasi itu. Sehingga diharapkannya pengendara selalu meningkatkan kewaspadaan apabila melewati ruas jalan tersebut. (p) Editor : Novitri Selvia
#longsor #BPBD Kabupaten Agam