“Dalam berbagai kesempatan, sering saya sampaikan agar generasi muda di Agam tidak pantang menyerah, terus mengasah keahlian dan keterampilan. Karena life skill saat ini penting untuk bisa mandiri,” kata Novi Irwan, Rabu (18/8).
Menurutnya, semakin banyak generasi milenial terjun ke dunia usaha akan memperbesar terciptanya peluang dan lapangan kerja baru. Hal itu kembali ditegaskannya saat menghadiri penutupan Diklat 3 in 1 pembuatan hiasan busana dengan alat jahit Angkatan XXXVI (Sulaman Timbul) di Aula Kantor Camat Kamangmagek, awal pekan lalu.
Ia mengatakan, generasi muda harus banyak menguasai bidang keilmuan. Tidak hanya teoritis namun juga keterampilan. Hal ini menurutnya akan jadi kunci kesuksesan.
“Untuk mencapai itu kita harus ulet dan rajin. Berlelah-lelah dan tidak pantang menyerah. Banyak cara untuk memperoleh keilmuan, salah satunya melalui pelatihan ini,” ucapnya.
Namun diingatkannya, setelah melalui pelatihan pembuatan hiasan busana, teruslah dikembangkan di rumah dan belajar dengan kelompok-kelompok usaha muda. Terutama terus memproduksi, mencari peluang pasar dan promosi serta pengembangan lainnya.
“Saya harap dari program ini akan lahir enterpreneur- enterpreneur muda yang fokus untuk usaha bahkan juga nantinya mempunyai karyawan. Di samping itu kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten Agam melalui dinas terkait juga melakukan pembinaan untuk pengembangan mulai dari peningkatan mutu produksi sampai pemasaran,” tutur Novi.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Balai Diklat Industri Padang dari anggaran APBN untuk pelaksanaan pelatihan generasi muda di Agam. “Mudah-mudahan program ini akan terus dilaksanakan di Kabupaten Agam pada masa yang akan datang sehingga melahirkan generasi muda interpreneurship serta terus mengembangkan minimal satu nagari satu produk unggulan di Agam,” harapnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia