“Rekapitulasi kejadian bencana alam sejak awal 2022 hingga Juni 2022 ada 55 kali kejadian bencana alam di wilayah Agam. Sebanyak 12 kecamatan terdampak,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Bambang Warsito, kemarin (18/7).
Rentang waktu enam bulan tersebut, lanjutnya, bencana pohon tumbang tercatat paling banyak terjadi dengan 33 kejadian, tanah longsor delapan kejadian, orang hilang dan hanyut lima orang.
Kemudian, angin kencang disertai hujan dua kejadian, angin puting beliung satu kejadian, banjir tiga kejadian, kebakaran lahan satu kejadian dan jalan amblas dua kejadian.
“Pohon tumbang paling banyak terjadi melanda Agam. Berdampak pada gangguan akses jalan, penerangan, jaringan telekomunikasi, menimpa rumah, kendaraan hingga bengkel,” tuturnya.
Ia menekankan, BPBD Agam terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka meminimalisir kejadian bencana alam. Lalu, menurunkan tim untuk memotong pohon yang berpotensi tumbang menimpa rumah dan ruas jalan.
Selain itu, membersihkan jaringan irigasi, perbukitan yang berpotensi longsor dan lainnya. “Ini dalam rangka meminimalisir bencana alam saat curah hujan dan angin kencang melanda daerah kita,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Agam merupakan daerah rawan bencana alam atau supermarket bencana di Sumbar. Ini mengingat bahwa Agam memiliki daerah perbukitan, dataran rendah, gunung api aktif dan lainnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia