Pantauan Padang Ekspres, ratusan masyarakat tampak antusias melaksanakan lomba tersebut, mulai anak-anak hingga lansia. Kegiatan tersebut berlangsung setiap tahunnya.
Mulai dari lomba tarik tambang dari berbagai tingkatan usia, lomba makan kerupuk, lomba membawa kelereng dengan sendok, lomba makan kerupuk ala bapak-bapak mengandung, dan lomba puncak yakni panjat pinang.
Virgo, anggota panitia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna memeriahkan Hari Raya Idul Fitri dan juga mempererat rasa persatuan dengan para perantau yang pulang ke kampung halaman.
“Acara ini kita gelar setiap tahun, tapi tahun ini terasa sangat berbeda karena perantau banyak yang pulang kampung. Sehingga acara ini mampu mempererat persatuan dan silaturahmi dengan perantau yang datang,” katanya.
Dengan digelarnya acara ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat setempat karena banyak yang memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar lapak dagangan.
“Selain memupuk silaturahmi, di sini juga bisa meningkatkan perekonomian karena banyak masyarakat yang berjualan seperti telur gulung, ice cream, ice tebak, sate, bakso bakar dan lain-lain mengingat ramainya para perantau pulang kampung,” tuturnya.
Sementara itu, Adek, Wali Jorong Baruah Kenagarian Padangtarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat tersebut.
“Setiap kampung kecil biasanya menggelar lomba-lomba pada Hari Raya Idul Fitri seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Paraklaweh juga ada dusun lainnya seperti Dusun Paku, Baruah Mudiak dan berbagai wilayah lainnya,” tuturnya.
Ia berharap tahun depan lebih banyak perantau yang pulang kampung dan berbagai kegiatan dapat dilakukan lagi agar masyarakat perantau bisa betah pulang kampung. (cr5) Editor : Novitri Selvia