Aksi perundungan itu mencuat ke publik setelah rekaman video yang memperlihatkan pelaku menganiaya korban tanpa melawan tersebar dan viral di sejumlah paltform media sosial. Aksi tak terpuji sesama pelajar ini sudah sampai ke tangan pihak berwajib saat ini.
“Untuk kasus perundungan yang sempat viral di medsos tersebut sudah dilaporkan orangtua korban ke Polres Agam kemarin siang (Selasa, red),” kata Kasubsi Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polres Agam, Bripka Riqul Sikumbang, Rabu (24/1).
Ia melanjutkan, berdasarkan informasi penyelidikan yang diperoleh penyidik atas kasus tersebut terjadi pada 19 Januari lalu, sekitar pukul 11.30. Bertempat di semak- semak wilayah Ujungpasa, Kenagarian Tiku Selatan Kecamatan Tanjungmutiara.
Korban maupun pelaku kata Riqul, merupakan pelajar lelaki yang sama-sama berusia 14 tahun dan masih pelajar SMP di Kecamatan Tanjungmutiara. Antara pelaku dan korban adalah satu sekolah.
Saat ini, kasus tersebut sudah dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Agam. Penyidik masih memeriksa korban, orangtuanya dan saksi-saksi di TKP. Selanjutnya penyidik bakal memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.
“Korban juga sudah dilakukan Visum et Repertum di RSUD Lubukbasung. Untuk kondisinya, korban luka ringan. Saat ini unit PPA Satreskrim Polres Agam masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang dilaporkan,” beber Riqul.
Gegara Rebutan Pacar
Motif aksi bullying pelajar kali ini diduga dipicu persoalan asmara. Pelaku dan korban terlibat pertikaian diduga gegara rebutan pacar hingga berujung penganiayaan.
Hal tersebut dikuatkan dengan narasi video viral yang tersebar. Pelaku menuduh korban telah merebut pacarnya. Di video, korban dan pelaku terlihat masih mengenakan pakaian seragam sekolah.
Rekaman video berdurasi 28 detik itu sudah banyak diunggah dan dibagikan pengguna Instagram. Di antaranya bisa dilihat di akun @matarakyat_sumbar dan @kaba_nagari.
Kejadian viral kali ini menambah daftar panjang kasus perundungan sesama pelajar di Agam. Di ketahui, sekitar tiga bulan lalu dunia pendidikan di Agam juga diwarnai aksi bullying yang menimpa seorang pelajar SMP di Lubukbasung oleh sekelompok teman sekolahnya.
Meski berkahir damai, namun rentetan kasus perundungan itu menjadi alarm bagi pihak sekolah dan pihak terkait lainnya, termasuk orangtua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anaknya. (ptr) Editor : Novitri Selvia