Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Lahar Dingin Sisakan Trauma, Warga Agam Minta Percepat Revitalisasi Pascabencana

Rian Afdol • Jumat, 21 Juni 2024 | 12:07 WIB

DAMPAK BENCANA: Kondisi aliran Batang Kasiak di Jorong Cangkiang, Nagari Batutaba, Kecamatan Ampekangkek, Agam, Kamis (20/6).(HATTA RIZAL FOR PADEK)
DAMPAK BENCANA: Kondisi aliran Batang Kasiak di Jorong Cangkiang, Nagari Batutaba, Kecamatan Ampekangkek, Agam, Kamis (20/6).(HATTA RIZAL FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bencana banjir bandang lahar dingin yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam beberapa waktu lalu, meninggalkan trauma mendalam bagi warga terdampak. Mereka sangat berharap pemerintah segera merealisasikan program revitalisasi sebagai upaya mitigasi bencana tersebut.

Hatta Rizal, warga Jorong Cangkiang, Nagari Batutaba, Kecamatan Ampekangkek, mengungkapkan perubahan pola hidup dan kecemasan warga akan bencana susulan. Hujan dan peningkatan debit air di Sungai Batang Kasiak membuat mereka waspada dan kerap melakukan pengungsian.

"Kami terpaksa mengungsikan orang tua dan anak-anak di tengah hujan, meski debit air pada akhirnya kembali normal dan terbilang aman. Tentu kami tidak mau mengambil resiko," ujar Hatta Rizal, Kamis (20/6).

Trauma banjir lahar dingin membuat warga kehilangan rasa tenang saat hujan turun. "Dulu, sebelum ada kejadian bencana ini, saat hujan turun di malam hari, maka tidur kita masih saja nyenyak. Sekarang tidak, hujan membuat kami sangat takut, trauma banjir lahar dingin," tambahnya.

Ronda dan Kehilangan Pekerjaan

Warga Jorong Cangkiang kini melakukan ronda malam untuk memantau ketinggian air di Sungai Batang Kasiak.

"Selain untuk keamanan dari resiko pencurian, warga melakukan ronda untuk memantau ketinggian aliran air. Terutama ketika terjadi hujan, jujur saja kami masih takut jika aliran lahar dingin kembali terulang," ungkap Hatta Rizal.

Banjir lahar dingin juga mengancam pekerjaan warga karena lahan pertanian yang rusak dan belum direvitalisasi.

"Lahan pertanian, yang tertimbun material aliran lahar dingin tentu tidak bisa digarap. Seandainya tetap digarap, saluran irigasinya tidak ada. Para petani sangat mengharapkan respon dari pemerintah," sebutnya.

Hatta Rizal berharap program revitalisasi pascabanjir bandang dan aliran lahar dingin segera direalisasikan.

"Saya sangat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan sabodam di hulu sungai. Dengan begitu potensi bisa ditekan dan kecemasan warga bisa berkurang. Termasuk merevitalisasi lahan pertanian dan memulihkan kegiatan sosial masyarakat lainnya," tutup Rizal.(r)

Editor : Novitri Selvia
#lahar dingin #pascabencana #agam #Nagari Batutaba #Banjir Bandang Lahar Dingin #trauma