Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pilkada Rawan Politik Uang dan Netralitas ASN

Putra Susanto • Jumat, 2 Agustus 2024 | 16:30 WIB

ANTISIPASI: Ketua Bawaslu Agam Suhendra memberikan arahan saat membuka Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif menuju Pilkada 2024 di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Kamis (1/8). (PUTRA/PADEK)
ANTISIPASI: Ketua Bawaslu Agam Suhendra memberikan arahan saat membuka Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif menuju Pilkada 2024 di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Kamis (1/8). (PUTRA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Poltik uang dan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai menjadi dua jenis pelanggaran paling rawan terjadi saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Agam. Bawaslu Agam mengajak semua elemen masyarakat berperan aktif mengawasi 

“Money politik dan netralitas ASN masih menjadi pelanggaran paling rawan terjadi pada pilkada 2024 nanti,” kata Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Agam Rendi Oktafianda saat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Kamis (1/8).

Saat pilkada, sanksi bagi pelanggaran money politik berbeda dengan pemilu sebelumnya. Menurutnya, pada pilkada, pemberi dan penerima akan sama-sama disanksi hukum, sedangkan sanksi saat pemilu hanya untuk pemberi saja.

Rendi menekankan, Bawaslu Agam akan mengedepankan pencegahan agar sebisa mungkin pelanggaran-pelanggaran itu tidak terjadi. Pencegahan itu dilakukan Bawaslu dengan melibatkan peran aktif dari masyarakat. Semakin banyak yang berpartisipasi mengawasi diyakini semakin menciptakan pesta demokrasi yang berintegritas dan bermartabat.

Senada, Ketua Bawaslu Agam, Suhendra saat membuka sosialisasi tersebut, mengajak seluruh pihak berkolaborasi mengawasi proses pilkada mendatang. Masyarakat, katanya, jangan takut melapor jika menemui pelanggaran kepemiluan di lingkungannya.

“Bawaslu akan segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai aturan yang berlaku. Jadi, mari sama-sama kita mengawasi dan mencegah pelanggaran agar pilkada menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan bermartabat,” sebutnya.

Kepala Sekretariat Bawaslu Agam selaku Ketua Pelaksana kegiatan itu mengatakan, sosialisasi diikuti 70 orang peserta dari kalangan pemilih pemula, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, termasuk wartawan.

“Kegiatan ini dalam rangka evaluasi pengawasan partisipatif saat pemilu 2024 menuju pengawasan partisipatif yang lebih baik pada pilkada mendatang. Kita berharap, pelaksanaan pilkada berjalan lancar, aman dan sukses di Agam,” katanya.

Sosialisasi tersebut menggandeng akademisi sekaligus pengamat poltik Aidil Aulia dan Hafiz Satria Putra sebagai narasumber. Tampak juga hadir anggota komisioner Bawaslu Agam, Yuhendra dan Beni Andwila. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Bawaslu Agam #netralitas asn #politik uang #money politik