Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wariskan Marandang pada Nak Gadis Minang, Gubernur Sumbar Apresiasi Festival Budaya Minangkabau di Nagari Pasia Laweh

Hendra Efison • Jumat, 6 September 2024 | 12:21 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi makan bersama usai membuka Festival Budaya Marandang Minangkabau 2024 di Nagari Pasia Laweh, Palupuah, Kabupaten Agam, Kamis (5/9/2024).
Gubernur Sumbar Mahyeldi makan bersama usai membuka Festival Budaya Marandang Minangkabau 2024 di Nagari Pasia Laweh, Palupuah, Kabupaten Agam, Kamis (5/9/2024).
PADEK.JAWAPOS.COM—Tradisi marandang untuk memproduksi makanan tradisional randang harus terus diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka Festival Budaya Marandang Minangkabau 2024 di Nagari Pasia Laweh, Palupuah, Kabupaten Agam, Kamis (5/9/2024).

"Saya berharap budaya marandang ini terus diturun-temurunkan. Jangan sampai generasi muda kita atau anak-anak gadis Minang hanya tahu lezatnya randang, tapi tidak tahu cara membuatnya," ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, marandang memiliki makna yang mendalam pada kehidupan sehari-hari. Proses memasak randang yang penuh ketelitian dan kesabaran adalah cerminan dari kehidupan yang memerlukan kerja keras, ketabahan, dan kerja sama.

"Randang yang diakui dunia sebagai salah satu makanan terenak, adalah kebanggaan kita bersama. Oleh karena itu, melestarikan dan mempromosikan budaya marandang adalah tanggung jawab kita bersama," ucap Mahyeldi lagi.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi Sumbar), yang telah menggelar Festival Budaya Marandang Minangkabau 2024, yang mengikutisertakan pelaku usaha randang dan masyarakat di Nagari Pasia Laweh.

"Tentu event seperti ini mesti kita dorong agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Mari kita jadikan festival marandang Minangkabau ini sebagai momentum untuk memperkuat identitas kita, mempererat tali persaudaraan, dan memajukan pariwisata serta ekonomi daerah," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumbar, Syukriah HG, yang juga Ketua Pembina Hipermi Sumbar, mengaku bangga bisa hadir bersama-sama masyarakat Minangkabau khususnya di Nagari Pasia Laweh, Agam ini.

Dikatakan Syukriah, pelaku usaha randang diminta untuk tidak hanya fokus pada kecakapan dalam marandang, tetapi juga perlu memikirkan agar kebutuhan rempah dari randang itu terfasilitasi, dan agar lahan-lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk ditanami rempah-rempah. Sehingga, bumbu randang tidak harus didatangkan dari provinsi lain.

"Hari ini cabai, bawang, bahkan simpadeh, masih ada yang datang dari luar provinsi. Untuk itu, perlu ditingkatkan kemandirian daerah kita, dimulai dari Nagari Pasia Laweh, hingga ke nagari-nagari di kabupaten lainnya. HIPERMI dan Wali Nagari Pasia Laweh sudah berkomitmen untuk hal ini," ucap Syukriah.

Ia menyebut program itu juga merupakan program pembinaan UMKM DJPb Kementerian Keuangan I Provinsi Sumbar. Diharapkan juga program pemerintah ini bisa berjalan dengan program nagari.

"Sebab kita ingin menunjukan apa yang diberikan pemerintah pusat bisa bermanfaat hingga ke daerah. Untuk menunjukan respon kita masyarakat Sumbar melalui nagari-nagari bahwa kami siap untuk bangkit untuk lebih sejahtera. Tahun depan kita berharap festival ini bisa dilakukan di nagari-nagari lain," ucapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arifin atas nama panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur, serta tamu undangan lainnya. "Kami yakin dan percaya, hakekatnya Sumbar dapat mewujudkan kekayaan dengan rempah-rempah sehingga randang semakin mendunia," ucapnya. (*)

Editor : Hendra Efison
#Syukriah HG #Nagari Pasia Laweh #Marandang #Randang #Mahyeldi #Hipermi Sumbar #membuat randang