PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5.761.301.970 untuk membangun jembatan menuju objek wisata Pasiatiku, di wilayah pesisir Tanjungmutiara, tahun ini. Mega proyek tersebut sedang dikerjakan rekanan dan ditarget rampung dalam 200 hari kalender.
Kepala Dinas PUTR Agam, Ofrizon mengatakan, jembatan tersebut dirancang sebagai jembatan komposit tipe B dengan panjang bentang 30 meter. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pembangunan sepenuhnya berpedoman pada klausul kontrak, gambar rencana, dan spesifikasi teknis yang telah disepakati.
“Penunjukan pelaksana pembangunan jembatan telah melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dan Nomor 12 Tahun 2021 beserta perubahan dan turunannya,” jelas Ofrizon, kemarin.
Dalam proyek ini, lanjutnya, PT Amar Permata Indonesia ditunjuk sebagai vendor jasa konstruksi, sementara CV Jasa Reka Mandiri Consultant bertindak sebagai konsultan supervisi.
Ofrizon menegaskan bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor dengan melibatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan proyek.
“Pelaksanaan pekerjaan tetap berpedoman pada gambar rencana, spesifikasi teknis, dan klausul kontrak untuk menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran. Kontrak juga berlandaskan asas hukum pacta sunt servanda yang mengikat kedua belah pihak,” tambahnya.
Ofrizon juga menjelaskan bahwa Dinas PUTR Kabupaten Agam telah menjalankan kaidah transparansi sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Informasi terkait proyek ini disampaikan melalui plank proyek, direksi kit, serta penyediaan dokumen seperti gambar jembatan, buku tamu, dan buku instruksi yang dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
“Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pelaksanaan pembangunan ini. Jika ada pihak yang menemukan ketidaksesuaian, kami siap memberikan penjelasan dan keterangan,” terang Ofrizon.
Proyek pembangunan jembatan Pasiatiku menghubungkan kawasan Muaromati ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan wisatawan menuju objek wisata tersebut.
Selain itu, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Tanjungmutiara, sehingga memberikan manfaat besar bagi pengembangan wilayah. (ptr)
Editor : Novitri Selvia