Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Desak Kepsek Dipindahkan, Ratusan Warga Demo di SMKN 1 Tanjungraya

Putra Susanto • Selasa, 10 Desember 2024 | 12:40 WIB

PROTES: Ratusan warga Tanjungraya, Agam, menyampaikan aspirasi saat aksi demonstrasi di depan SMK Negeri 1 Tanjungraya, Senin (9/12).(PUTRA SUSANTO/PADEK)
PROTES: Ratusan warga Tanjungraya, Agam, menyampaikan aspirasi saat aksi demonstrasi di depan SMK Negeri 1 Tanjungraya, Senin (9/12).(PUTRA SUSANTO/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan warga di Kecamatan Tanjungraya, Agam, menggelar demonstrasi di depan SMK Negeri 1 Tanjungraya, Senin (9/12). Massa menuntut Kepala Sekolah Kamroni Purnamera dipindahkan dari sekolah di wilayah tersebut.

Aksi ini melibatkan ratusan warga dari organisasi Masyarakat Peduli SMK (MP SMK), tokoh masyarakat, ninik mamak, serta alumni sekolah setempat.

Aksi ini dipicu kekecewaan masyarakat atas sikap, tindakan dan perkataan Kepsek Kamroni Purnamera yang dinilai tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik dan pemimpin selama menjabat di SMKN 1 Tanjungraya.

“Tuntutan kami hanya satu, Kepsek Kamroni Purnamera tidak lagi bertugas di wilayah Tanjungraya. Pindahkan dia dari SMKN 1 Tanjungraya,” kata Buya Rusdi, salah seorang tokoh masyarakat dalam orasinya saat aksi tersebut.

Tuntutan ini ditujukan ke Dinas Pendidikan Sumbar yang memiliki wewenang atas jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat. Buya Rusdi menekankan agar Kamroni Purnamera dipindahkan dari SMKN 1 Tanjungraya hari itu juga.

Menurutnya, Tanjungraya wilayah salingka Danau Maninjau terkenal memiliki banyak tokoh yang hebat sejak dulunya.

Masyarakat selalu menuangkan harapan agar generasi muda Tanjungraya ke depan mengikuti jejak hebat pendahulu itu, khususnya dari siswa-siswi SMKN 1 Tanjungraya.

“Untuk mewujudkan harapan ini, SMKN 1 Tanjungraya perlu pemimpin yang Tut Wuri Handayani. Bukan pemimpin yang suka melecehkan, mengancam guru dan menempeleng siswa,” katanya.

Senada, Juru Bicara Ormas MP SMK, Hamdani dalam orasinya menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Kepsek SMKN 1 Tanjungraya, Kamroni Purnamera tidak menunjukkan sikap bijak dan mendidik.

Banyak para guru, staf dan siswa yang kecewa di bawah kepemimpinannya, bahkan membuat mosi tidak percaya. Secara internal di sekolah, katanya, sosok Kamroni sudah menciptakan neraka di lingkungan pendidikan itu.

Kondisi ini juga berdampak pada tergerusnya minat siswa baru untuk menimba ilmu di sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat di Tanjungraya itu.

“Sekarang, sekolah ini sudah menakutkan bagi siswa, sehingga hampir setiap tahun jumlah siswa yang masuk ke sekolah menjadi berkurang. Biasanya ada 300 siswa baru dan semenjak dipimpin Kamroni berkurang jadi 200 orang. Ini menjadi persoalan dan atas dasar itu masyarakat melakukan aksi,” katanya.

Lukai Hati Masyarakat

Selain bikin gaduh di lingkungan sekolah, Kamroni juga diklaim telah melukai dan menghina derajat masyarakat Tanjungraya. Kamroni disebut melecehkan masyarakat Tanjungraya dengan melontarkan kata “Masyarakat Tanjungraya Gadang Sarawa”.

Perkataan itu disampaikan Kamroni saat ia menghukum salah seorang siswa dan sampai ke telinga tokoh masyarakat dan ninik mamak setempat.

“Ucapan ini sangat melecehkan dan menghina kami masyarakat Tanjungraya. Untuk itu, sebelum masyarakat menerapkan hukum rimba padanya, kami menuntut agar Dinas Pendidikan Sumbar segera mengambil tindakan tegas, yakni memindahkannya ke tempat lain,” ujarnya.

Pantauan Padang Ekspres, aksi demontrasi itu dimulai sekitar pukul 10.00. Sang Kepsek Kamroni Purnamera tidak berada di sekolah.

Usai melakukan orasi, sekitar pukul 12.00, sejumlah perwakilan tokoh masyarakat dan ninik mamak melakukan audiensi bersama Kepala Cabang Wilayah 1 Disdik Sumbar Willia Zuwerni di sekolah tersebut.

Herman Tanjung, tokoh masyarakat sekaligus sosok yang ikut berjuang dalam mendirikan SMKN 1 Tanjungraya tersebut mengaku kecewa lantaran Disdik Sumbar selalu menunda-nunda untuk memenuhi aspirasi masyarakat Tanjungraya dalam aksi ini.

Menurutnya, sejak dua tahun lalu masyarakat telah mengeluarkan surat somasi kepada Kepala Disdik Sumbar, untuk segera memberhentikan Kamroni Purnamera sebagai Kepala SMKN 1 Tanjungraya dan memindahkannya keluar dari wilayah Tanjungraya.

“Namun hingga kini tidak ada jawaban dan keputusan apapun yang diambil Disdik Sumbar terhadap yang bersangkutan. Jadi mulai sekarang, terhitung hari ini kami tidak ingin lagi melihat Kamroni Purnamera bertugas di Tanjungraya,” ucapnya.

Sementara itu, Kacabdin Wilayah 1 Sumbar, Willia Zuwerni saat mediasi di ruangan kepala sekolah mengatakan akan melaporkan aspirasi masyarakat ini kepada Kepala Disdik Sumbar.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas Kadisdik tidak dapat hadir dalam aksi ini karena sedang mengikuti kegiatan bersama Gubernur.

“Saya yang mewakili dinas pendidikan akan menyampaikan aspirasi ini kepada bapak kepala dinas, semuanya harus bersabar, semuanya ada aturan. Sebagai perwakilan, saya tidak bisa mengambil keputusan apapun,” katanya.

Hingga pukul 13.30, massa demonstran masih menunggu hasil koordinasi antara Kacabdin Wilayah 1 Sumbar dengan Kadisdik Sumbar.

Kabag Ops Polres Agam AKP Bezaliel Mendrofa menyampaikan terimakasih kepada para demonstran yang telah melakukan aksi dengan damai dan tertib sesuai aturan.

“Kami ucapkan terimakasih karena aksi demonstrasi tadi berlangsung secara prosedur, tertib, dan lancar,” sebutnya.

Aksi demonstrasi ini juga dikawal ketat oleh puluhan personil Polres Agam, personil Kodim 0304 Agam, Kejaksaan, hingga BIN Sumbar. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#demo #polres agam #Desak Kepsek Dipindahkan #Dinas Pendidikan Sumbar #Kamroni Purnamera #SMKN 1 Tanjungraya