PADEK.JAWAPOS.COM-Puluhan keluarga korban bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam resmi direlokasi menempati hunian tetap (Huntap) di perumahan Talago, Jorong IV Surabayo, Lubukbasung, Kamis (24/4).
Dari total 80 kepala keluarga (KK) yang terdata untuk direlokasi, dua di antaranya memilih mengundurkan diri.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rinaldy menyampaikan, proses serah terima rumah khusus hunian dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III.
“Serah terima hunian tetap dilakukan hari ini (kemarin, red). Relokasi menandai dimulainya kehidupan baru bagi masyarakat terdampak. Kami berharap hunian yang dibangun ini dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan layak huni, serta mampu mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga di tempat yang baru,” ujar Rinaldy.
Dijelaskan, relokasi ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Agam Nomor 80 Tahun 2025 tentang Penghuni Rumah Khusus Hunian Tetap di Talago.
Sebanyak 80 unit rumah khusus hunian tetap telah dibangun untuk masyarakat terdampak bencana maupun yang berada di zona merah rawan bencana erupsi Gunung Marapi.
Dari total 80 KK yang terdata, dua di antaranya memilih mengundurkan diri dari relokasi. Puluhan keluarga yang bersedia direlokasi itu berasal dari Jorong Batutaba dan Malalak, Kecamatan Ampekangkek.
Mereka mulai bergerak dari zona bencana ke tempat relokasi pada Rabu (23/4). Pelepasan dilakukan Camat Ampekangkek, Rahmat Fajri, dan Wali Nagari Bukikbatabuah, Firdaus, di lapangan sepak bola Batutaba yang menjadi titik kumpul sebelum pemberangkatan.
Sebanyak tujuh unit bus disiapkan untuk mengangkut warga dari Batutaba dan satu unit bus dari Malalak. Selain itu, 14 unit truk juga dikerahkan untuk mengangkut barang-barang, serta satu unit ambulans dari Nagari Bukikbatabuah guna membawa salah satu warga yang tengah sakit akibat stroke.
“Pemerintah daerah menyediakan berbagai fasilitas dasar untuk mendukung proses pemindahan ini, mulai dari transportasi, penyiapan tempat tinggal hingga kebutuhan logistik dasar lainnya,” ungkap Rahmat Fajri.
Kedatangan rombongan keluarga yang direlokasi itu disambut kemarin. Penyambutan secara resmi dilakukan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III, Heni Fermiza, Kepala BPPW Sumbar, Maria Doeni Isa, Gubernur Sumbar diwakili Staf Ahli, Kadis Perkim Sumbar, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Edi Busti, anggota DPRD Agam Zulfikri dan Albert beserta unsur Forkopimda.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III, Heni Fermiza mengaku, pihaknya melalui Kementerian PU dan Kementerian Perkim berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk membangun bersama relokasi hunian tetap kepada warga terdampak banjir bandang dan banjir lahar dingin.
Selain rumah dengan metode pembangunan tahan gempa, fasilitas lainnya yang dibangun pemerintah di antaranya berupa akses jalan, listrik, pagar, fasilitas air minum dan lainnya.
“Ada sebanyak 80 unit rumah yang dibuat pemerintah. Dengan harapan, warga bisa merasa aman dan nyaman bertempat tinggal di sini. Terima kasih kepada Pemkab Agam, karena sudah cepat tanggap dalam menangani bencana banjir pada Mei 2024 lalu. Untuk itu tolong dijaga fasilitas ini untuk menjaga keberlanjutan lingkungannya,” pintanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal berharap program dan bantuan dari pemerintah pusat akan lebih lagi diberikan kepada Pemkab Agam, karena terbatasnya keuangan daerah akibat efisiensi anggaran secara nasional.
“Alhamdulillah, atas bantuan perumahan ini warga kita bisa merasakan tempat tinggal lagi setelah habis dilanda banjir bandang,” ujarnya. (ptr)
Editor : Novitri Selvia