Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tindakan Bupati Agam Cermin Rendahnya Etika Birokrasi, Benni Warlis: Disuruh Keluarnya Seknag Bukan Bentuk Pengusiran

Putra Susanto • Senin, 21 Juli 2025 | 10:09 WIB

Benni Warlis.(Jawapos)
Benni Warlis.(Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tindakan Bupati Agam Benni Warlis mengusir Sekretaris Nagari (Seknag) Syahril Malin mencerminkan rendahnya etika birokrasi dalam tata kelola pemerintahan.

Tindakan yang dilakukan di depan umum ini tidak elok dilakukan kepada pejabat publik yang memiliki peran penting. Khususnya dalam pemerintahan nagari. Hal tersebut diungkapkan pengamat kebijakan publik Asrinaldi.

“Kita tidak tahu, seberapa tingkat urgensi dari kegiatan tersebut. Jika memang tidak bisa diwakili tentu wajar saja bupati untuk menolak dan tentu harus dengan cara yang elegan. Jika acara tersebut tidak urgen, artinya hanya sekedar menghadiri seremonial dan dapat diwakili, saya rasa hal tersebut tidak menjadi persoalan,” kata guru besar dari Universitas Andalas ini kepada Padang Ekspres, kemarin (20/7).

Peristiwa pengusiran itu terjadi di Surau Ka’bah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam, Jumat (18/7).

Yakni, dalam kegiatan peluncuran penyaluran beras cadangan pemerintah. Kegiatan itu dihadiri perwakilan Badan Pangan Nasional, Bulog, kepala dinas terkait, dan ratusan warga.

Wali Nagari Panampuang diundang ke acara tersebut. Namun, yang bersangkutan tidak hadir karena sedang mengikuti pelatihan jurnalistik di Padang. Sehingga sekretaris nagari ditunjuk sebagai perwakilan.

“Jika mengusir dihadapan orang ramai saya rasa sekretaris nagari juga punya harga diri. Saya rasa ini juga tidak elok dihapan publik. Kita juga bisa mempelajari, apabila bupati juga diusir gubernur, kan sama saja rasanya. Dan dari cara penyampainnya itu yang tidak elok dilihat oleh orang,” ucapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah dalam menjaga etika penyelengaraan pemerintahan.

“Mestinya kita harus mengingatkan baik di level kementerian, gubernur, bupati atau wali kota, hingga ke desa atau nagari, di mana mereka secara hirarki itu ada dan saling menghormati. Koordinasi dan penghormatan antarlembaga penting dijaga,” pungkasnya.

Bupati Agam: Bentuk Tindakan Disiplin

Disuruh keluarnya seknag Panampuang dalam kegiatan peluncuran penyaluran beras cadangan pemerintah pada Jumat (18/7) lalu, dianggap bukan bentuk tindakan pengusiran.

Bupati Agam Benni Warlis beralasan tindakan itu merupakan bentuk pembinaan dan penegasan kedisiplinan aparatur pemerintahan di tingkat nagari.

Benni menegaskan, kehadiran wali nagari secara langsung dalam kegiatan resmi daerah sangat penting. Menurutnya, ini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab kepada masyarakat di wilayahnya.

“Kami sangat menghargai komitmen seluruh wali nagari yang hadir langsung dalam kegiatan resmi daerah. Kehadiran wali nagari tidak bisa diwakilkan dalam acara resmi seperti ini. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Benni sebagaimana rilis yang diterima Padang Ekspres dari Kadis Kominfo Agam Syatria, Minggu (20/7).

Bupati juga menyampaikan keprihatinan terhadap wali nagari Panampuang yang berulang kali tidak hadir dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan yang bersifat penting. Termasuk agenda bersama Baznas beberapa waktu lalu. 

Sebagai bentuk ketegasan, ini meminta seknag Panampuang yang hadir sebagai perwakilan untuk tidak melanjutkan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, langkah ini bukan bentuk pengusiran seperti yang berkembang di beberapa pemberitaan, melainkan bentuk pembinaan dan penegasan kedisiplinan aparatur pemerintahan di tingkat nagari.

Terlebih, ketidakhadiran Wali Nagari Panampuang bukan yang pertama kalinya, dan telah menjadi keluhan masyarakat kepada pemerintah kabupaten. Benni mengaku, itu bukan tindakan emosional, tetapi bentuk evaluasi yang sudah lama dikeluhkan. 

“Saya sudah minta camat untuk melakukan pembinaan dan koordinasi ulang. Kita ingin memastikan setiap wali nagari memahami pentingnya hadir secara langsung dalam pelayanan publik,” katanya.

Ia mengingatkan, kegiatan pemerintahan adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar acara seremonial. Kehadiran langsung dari kepala pemerintahan nagari adalah bentuk komitmen terhadap amanah yang telah dipercayakan oleh masyarakat.

Sebagaimana diberitaka Padang Ekspres pada Sabtu (19/7), Seknag Panampuang Syahril Malin mengaku dirinya hadir pada kegiatan itu Wali Nagari Panampuang Etriwarmon sedang di Kota Padang.

Ia mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi aparatur desa di bidang komunikasi publik. Syahril mengungkapkan, undangan menghadiri kegiatan datang mendadak. Sedangkan untuk kegiatan Baznas justru pihak wali nagari tidak diundang.

“Jadi hanya bentrok jadwal dan tidak ada undangan. Acara lain juga Wali Nagari Panampuang hadir tapi mungkin tak bertemu Bupati. Tidak ada permasalahan pribadi,” pungkasnya.

Wali Nagari Panampuang Etriwarmon sebelumnya juga membenarkan bahwa dirinya sedang menjalankan tugas luar daerah berdasarkan surat resmi. Ia menyampaikan bahwa selama bertugas luar, pelaksana harian (Plh) dijalankan oleh seknag sesuai ketentuan.

Kegiatan yang diikuti itu bertajuk Pelatihan Jurnalistik bersama media cetak Padang Ekspres dalam rangka meningkatkan kapasitas dan memperkuat kemitraan bersama pers selaku pilar keempat demokrasi. Kemitraan ini penting untuk program publikasi pembangunan nagari dan daerah. (yud/ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Panampuang #Bupati Agam Usir Seknag #Asrinaldi #Benni Warlis