Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dosen Unand Lanjutkan Pengabdian Tahun Ketiga, Bantu UMKM Kerupuk Kamang Tingkatkan Produksi dan Pemasaran

Hendra Efison • Minggu, 14 September 2025 | 20:27 WIB

Tim dosen Unand lanjutkan pengabdian 2025 bersama UMKM Kerupuk Kamang Dua Saudara, fokus pada produksi, pemasaran, hingga manajemen usaha dengan pendampingan profesional.
Tim dosen Unand lanjutkan pengabdian 2025 bersama UMKM Kerupuk Kamang Dua Saudara, fokus pada produksi, pemasaran, hingga manajemen usaha dengan pendampingan profesional.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim dosen Universitas Andalas (Unand) bersama mitra UMKM Kerupuk Kamang Dua Saudara kembali berlanjut pada tahun ketiga.

Program ini berlangsung sejak 8 Juni hingga 31 Agustus 2025, setelah sebelumnya sukses digelar pada 2023 dan 2024.

Tahun ini, tim pengabdian fokus menyelesaikan berbagai permasalahan yang menonjol pada aspek produksi, pemasaran, dan manajemen usaha.

Tim terdiri dari enam dosen lintas disiplin, yakni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Ihsani Mazelfi, S.E., M.Acc., Adila Adisti, S.E., M.Ec., dan Ratih Ramadhani, S.E., M.S.E.), Fakultas Teknik (Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, S.T., M.T.), serta Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (Wellyalina, S.TP., M.P.).

“FGD menjadi langkah awal penting agar solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan nyata mitra,” ujar Ihsani Mazelfi, ketua tim, saat menjelaskan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan sebelum pendampingan dimulai.

Pada aspek produksi, tim memasang filter air untuk menunjang proses produksi sekaligus menguji kualitas air sebelum dan sesudah pemasangan.

“Air bersih adalah kunci dari kualitas produksi. Dengan adanya filter ini, mitra memiliki jaminan ketersediaan air yang layak sehingga proses produksi bisa lebih higienis dan stabil,” jelas Dendi Adi Saputra.

Selain itu, tim mendampingi penyusunan jadwal produksi bulanan agar ketersediaan stok tetap terjaga sesuai kebutuhan pasar.

Dari sisi kualitas produk, mitra diperkenalkan dengan penggunaan kemasan kedap udara serta uji ketahanan produk di laboratorium berstandar.

“Kami juga melakukan uji mikrobiologi untuk memastikan keamanan pangan kerupuk Kamang. Standarisasi ini penting agar konsumen semakin yakin terhadap mutu produk,” ungkap Wellyalina.

Pada aspek pemasaran, strategi difokuskan pada pemanfaatan media sosial Instagram dengan produksi konten yang konsisten dan menarik.

“Media sosial adalah jendela utama UMKM saat ini. Dengan pengelolaan yang tepat, posisi Kerupuk Kamang bisa semakin kuat di pasar,” kata Adila Adisti.

Sementara itu, tim juga mendampingi manajemen usaha mulai dari pengurusan dokumen administrasi, penyusunan laporan keuangan melalui aplikasi SIAPIK, perhitungan harga pokok produksi (HPP), hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Pendampingan ini bertujuan membangun tata kelola bisnis yang lebih profesional,” ujar Ratih Ramadhani.

Pemilik usaha Kerupuk Kamang Dua Saudara, Ibu Gadih, yang beralamat di Limau Kambing, Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, menyambut baik pendampingan yang diberikan tim dosen Unand.

“Kami merasa sangat terbantu, terutama dalam hal produksi yang lebih terjamin kualitasnya dan pemasaran yang semakin luas. Dengan dukungan tim dosen Unand, usaha kami semakin percaya diri bersaing di pasar,” ungkapnya, Minggu (14/9/2025). (*)

Editor : Hendra Efison
#Produksi dan Pemasaran Kerupuk #Bantu UMKM Kerupuk Kamang #dosen unand