Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kekeringan Meluas, 11 Nagari di Agam Krisis Air Bersih

Putra Susanto • Senin, 15 September 2025 | 12:15 WIB

KEMARAU PANJANG: Tim BPBD Agam bersama relawan saat menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah nagari di Ampekangkek dan Canduang, Sabtu (13/9).
KEMARAU PANJANG: Tim BPBD Agam bersama relawan saat menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah nagari di Ampekangkek dan Canduang, Sabtu (13/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Dampak kemarau berkepanjangan di Kabupaten Agam semakin meluas. Semula hanya melanda Kecamatan Ampekangkek, kini krisis air bersih merambah hingga Kecamatan Canduang. Hingga Sabtu (13/9), tercatat 11 nagari di dua kecamatan tersebut terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, mengatakan penyaluran air bersih sudah berlangsung sejak 28 Agustus lalu dan terus diperluas seiring meluasnya wilayah krisis.

“Dari awal hanya beberapa nagari di Ampekangkek, kini sudah menjangkau Canduang. Distribusi dilakukan hampir setiap hari,” ujarnya.

Distribusi dilakukan secara bergilir ke nagari terdampak. BPBD bersama PDAM, PMI, pemerintah nagari, ORARI, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) telah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih tiap harinya.

Misalnya, pada Rabu (10/9) distribusi mencapai 72.000 liter untuk empat nagari, sementara Kamis (11/9) sebanyak 52.000 liter untuk tiga nagari. Pada Sabtu (13/9), suplai dilanjutkan dengan 49.000 liter untuk lima nagari terdampak.

Adapun 11 nagari terdampak kekeringan yakni Biarogadang, Panampuang, Pasia, Batutaba, Ampanggadang, Balaigurah, dan Lambah di Kecamatan Ampekangkek, serta Canduang, Lasi, Bukikbatabuah, dan Canduang Kotolaweh di Kecamatan Canduang.

Pendistribusian air bersih dilakukan dengan mengerahkan empat unit mobil tangki milik BPBD, PDAM, dan PMI, serta dukungan bak penampungan air di titik-titik krisis. Upaya ini dipastikan berlanjut hingga Minggu (14/9) dan hari-hari berikutnya.

“Kami terus mengintensifkan suplai air agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di nagari yang paling parah terdampak,” tegas Ichwan.

Ia menyebut, posko kekeringan telah didirikan di Kecamatan Ampekangkek untuk mengoordinasikan laporan dan permintaan bantuan air bersih. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan menjaga sumber mata air agar krisis tidak semakin meluas.

Meski krisis air bersih masih dirasakan warga, sebagian wilayah Agam kini mulai memasuki musim penghujan. BPBD berharap kondisi ini menjadi pertanda baik dan mampu meredakan dampak kekeringan yang melanda dua kecamatan tersebut. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Canduang Agam #BPBD Agam #Ampekangkek #Ichwan Pratama Danda #krisis air bersih