Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sampel Makanan hingga Dapur masih Diinvestigasi, Korban Dugaan Keracunan MBG di Agam Tembus 113 Orang

Putra Susanto • Jumat, 3 Oktober 2025 | 10:44 WIB

BERHENTI SEMENTARA: Petugas menjaga pintu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagari Kampuangtangah, Kecamatan Lubukbasung, Agam, Kamis (2/10).
BERHENTI SEMENTARA: Petugas menjaga pintu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagari Kampuangtangah, Kecamatan Lubukbasung, Agam, Kamis (2/10).

PADEK.JAWAPOS.COM-Investigasi kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, masih berjalan. Uji sampel makanan, air, dan sanitasi dapur pun dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab utama keracunan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Riau, Kepri, dan Sumbar Syariwidya pada rapat khusus pelaksanaan MBG Aula Kantor Gubernur Sumbar, kemarin.

“Semua kemungkinan diperiksa. Apakah berasal dari bahan baku, proses memasak, atau distribusi yang tidak sesuai standar,” ungkapnya.

Jika terbukti ada kelalaian, dapur hanya boleh beroperasi kembali setelah memenuhi syarat kesehatan.

Ia menegaskan, standar keamanan dapur sudah sangat ketat, mulai dari pengawasan bahan baku, proses pencucian alat, hingga jalur distribusi makanan. Apabila semua regulasi dijalankan dengan baik, kasus keracunan bisa dicegah.

Menurutnya, kasus Agam harus menjadi titik balik perbaikan sistem. Program penyediaan pangan ini masih relatif baru. Kurang dari setahun berjalan, sehingga wajar jika masih ada tahap perbaikan.

“Ke depan, setiap dapur diwajibkan memiliki sertifikat higienis, sistem pengolahan limbah yang berfungsi, pasokan air bersih yang teruji, serta jaminan standar halal dan kualitas rasa yang baik.

Semua itu ditujukan untuk menjamin keamanan pangan bagi anak-anak sebagai konsumen utama.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Kampungtangah, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, belum mengantongi izin kelaikan.

Dapur ini lah yang menyediakan makanan terkait dengan kasus dugaan keracunan tersebut. “Rupanya dapur ini belum ada kelaikannya,” kata Mahyeldi.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Sumbar bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam langsung menghentikan sementara operasional dapur SPPG itu demi mencegah hal buruk lainnya.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah setempat bersama Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG masih mendalami penyebab dugaan keracunan yang terjadi di Kabupaten Agam.

“Kita belum mengetahui pasti penyebabnya, tapi tim bersama Satgas terkait sudah turun ke lapangan untuk mencari tahu,” terang dia.

Mahyeldi mengaku juga heran dengan menu nasi goreng yang diberikan dapur SPPG kepada anak didik di Kabupaten Agam. Sebab hal ini tergolong kurang lazim diberikan pada siang hari.
“Pertanyaan kita makan siang kok nasi goreng?” sebut eks Wali Kota Padang itu.

Terus Bertambah

Sementara itu, penanganan korban dari kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Agam terus itu berlangsung. Hingga Kamis (2/10) sore, total korban yang tercatat mencapai 113 orang.

Dari jumlah itu, 64 pasien telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, sementara 49 lainnya masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan.

“Sebagian besar pasien sudah pulang karena kondisinya membaik. Untuk pasien yang masih dirawat tersebar di RSUD Lubukbasung, Puskemas Lubukbasung, Puskesmas Manggopoh, dan RSIA Rizki Bunda,” kata Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian, kemarin.

Ia menyebutkan, kasus awal sejak Rabu (1/10) hingga kemarin pagi tercatat 86 orang. Dari jumlah itu, 49 pasien sudah dipulangkan dari Puskesmas Manggopoh, tiga pasien sembuh di RSUD Lubukbasung, sementara 27 pasien lainnya masih dirawat, ditambah tiga pasien di RSIA Rizki Bunda.

Hingga Kamis siang, kasus kembali bertambah 24 orang, terdiri dari 11 pasien di Puskesmas Manggopoh (3 masih dalam observasi, 8 sudah pulang) dan 13 pasien di RSUD Lubukbasung (9 observasi, 4 sudah pulang). Terbaru, sore hari, pukul 14.30, RSUD Lubukbasung kembali menerima tiga pasien dengan gejala serupa.

“Dengan tambahan itu, total korban dari kasus ini kini berjumlah 113 orang. Terdiri dari pelajar TK, SD, SMP, guru, hingga orang tua. Dari jumlah tersebut, 64 sudah dipulangkan dan sisanya masih dirawat,” terang Hendri Rusdian.

Para korban umumnya mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga diare beberapa jam setelah menyantap nasi goreng dari program MBG. Makanannya dipasok dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Kampungtangah.

Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menghentikan sementara operasional dapur penyedia MBG tersebut. Sampel makanan sudah dikirim ke Balai Besar POM Padang untuk diteliti.

Sekretaris Kabupaten Agam Muhammad Lutfi menegaskan, pemerintah tengah melakukan pelacakan terhadap sekolah-sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur itu.

“Jika ada siswa yang menunjukkan gejala, akan langsung ditangani. Penetapan KLB akan berlaku hingga kondisi benar-benar aman,” ujarnya.

Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan keprihatinannya atas musibah ini. “Kami berharap anak-anak segera pulih, dan orang tua diberi kesabaran,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah melalui BPBD, Dinas Kesehatan, dan pihak rumah sakit akan memastikan kebutuhan logistik serta layanan medis tersedia optimal bagi seluruh pasien yang terdampak.

Dalam rapat koordinasi MBG tingkat provinsi di Padang, Benni menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi.

“Program MBG ini sangat baik untuk anak-anak kita, tapi harus dipastikan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan. Kita tidak ingin niat baik justru menimbulkan dampak yang merugikan,” tegasnya. (mg8/ant/ptr)

Editor : Novitri Selvia
#keracunan #Mbg #SPPG #Nagari Kampungtangah #klb #Lubukbasung