PADEK.JAWAPOS.COM-Upaya menutup titik blankspot di Kabupaten Agam terus dipercepat. Diskominfo Agam menegaskan bahwa pemerataan akses telekomunikasi kini menjadi prioritas utama daerah, menyusul masih ditemukannya nagari yang belum terlayani jaringan internet dan seluler secara memadai.
Kepala Diskominfo Agam, Roza Syafdefianti, mengatakan pendataan titik blankspot yang dihimpun melalui para camat hingga 7 November lalu kini menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan BTS tahun depan.
“Kesenjangan akses telekomunikasi berdampak langsung pada kualitas layanan publik, pendidikan digital, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, percepatan perlu dilakukan,” ujarnya.
Menurut Roza, sejumlah nagari masih harus mengandalkan sinyal lemah atau bahkan bergantung pada titik tertentu untuk sekadar berkomunikasi.
Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin digital, terutama untuk layanan administrasi, pemasaran UMKM, hingga pembelajaran daring.
“Kita ingin akses telekomunikasi menjadi hak yang setara bagi semua warga,” tambahnya.
Roza menyebut, tahun ini, Kabupaten Agam masuk dalam 23 titik dari total 77 program pengembangan jaringan yang menjadi fokus Telkomsel Bukittinggi. Menurutnya ini membuka peluang besar untuk memperluas konektivitas ke wilayah pedesaan.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan Telkomsel merupakan wujud nyata sinergi dalam memperkuat infrastruktur digital, terutama di wilayah pedesaan,” katanya.
Manager Network Operation Telkomsel Bukittinggi, Surya Firdaus, menegaskan pihaknya siap memperkuat jaringan hingga ke nagari terpencil di Agam.
Ini sejalan dengan semangat Telkomsel dalam menghadirkan pemerataan layanan akses internet cepat di seluruh wilayah.
“Komitmennya jelas, akses internet cepat harus bisa dinikmati seluruh masyarakat,” ujarnya.
Telkomsel, kata Surya, juga tengah memantau kebutuhan teknis di 23 titik wilayah Agam tahun ini untuk memastikan pembangunan jaringan bisa menyesuaikan kondisi geografis Agam yang didominasi perbukitan.
Sejalan dengan target nasional zero blankspot tahun 2029, Pemkab Agam berharap percepatan pembangunan infrastruktur digital mampu mengurangi ketimpangan layanan dan membuka peluang ekonomi baru di seluruh nagari.
Pemerintah daerah menilai konektivitas bukan lagi sekadar sarana komunikasi, tetapi fondasi utama pengembangan layanan publik berbasis teknologi. (ptr)
Editor : Novitri Selvia