Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Faperta Unand Dorong Smart Farming Kopi–Tebu di Agam, Gandeng Pakar Vietnam

Rommy Delfiano • Minggu, 23 November 2025 | 17:35 WIB

Proses penanaman batang kopi program pengabdian internasional di Dusun Puncak Lawang, Agam, Minggu (23/11/2025).
Proses penanaman batang kopi program pengabdian internasional di Dusun Puncak Lawang, Agam, Minggu (23/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM–Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta Unand) melaksanakan program pengabdian internasional di Dusun Puncak Lawang, Kabupaten Agam, pada Minggu (23/11/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka Dies Natalis ke-71 Faperta Unand dengan tema “Smart Farming for Integrated Highland Coffee–Sugarcane Plantation.”

Program ini mempertemukan akademisi, pemerintah nagari, kelompok tani, dan dua pakar asal Vietnam untuk merumuskan pengembangan pertanian kopi–tebu dataran tinggi berbasis teknologi.

Sekitar 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi, masyarakat nagari, serta Dinas Pertanian Kabupaten Agam hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua IKA sekaligus Koordinator Lapangan kegiatan, Ir Zola Pandu, menegaskan pentingnya sinergi antara alumni, akademisi, dan pemerintah nagari dalam mendorong pertanian modern.

Wali Nagari Lawang, F Dt Rajo Bagindo, mengapresiasi kontribusi Faperta Unand dalam memperkuat kapasitas petani di wilayahnya.

Dekan Faperta Unand, Prof. Indra Dwipa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan inovasi kampus langsung ke sentra pertanian.

Dalam sesi pemaparan, Dede Suhendra, MP, menjelaskan model kebun kopi–tebu berbasis smart farming melalui pemanfaatan sensor digital, efisiensi penggunaan air, serta optimalisasi lahan.

Assoc. Prof. Dr. Le Khac Hoang memaparkan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kopi berbasis monitoring modern dan pendekatan ramah lingkungan.

Sementara Assoc. Prof. Dr. Tran Thi Hoang Dong menyampaikan strategi pengelolaan OPT tanaman tebu menggunakan bio-agen dan teknologi pemantauan ekosistem tropis.

Diskusi melibatkan petani, mahasiswa, dan akademisi berlangsung interaktif, membahas peluang dan tantangan penerapan pertanian berkelanjutan di dataran tinggi.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Faperta Unand dan Pemerintah Nagari Lawang untuk pengembangan model pertanian kopi–tebu terpadu, peningkatan kapasitas kelompok tani, riset bersama, serta program magang dan penelitian mahasiswa.

Melalui program ini, Faperta Unand menegaskan komitmen mendorong penerapan pertanian cerdas dan berkelanjutan di Sumatera Barat melalui kolaborasi lintas sektor. (rd)

Editor : Hendra Efison
#pertanian cerdas Sumbar #smart farming Unand #kopi tebu Agam #pengabdian internasional Faperta