Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Anak Harimau Sumatera Terjerat di Kototabang, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi

Putra Susanto • Senin, 24 November 2025 | 12:14 WIB

Warga kembali dikejutkan dengan kemunculan Harimau Sumatera di dekat permukiman Batu Catuan Batang Lolo Sungai Rambutan, Nagari Persiapan Batang Lolo Pakan Rabaa, Kamis (9/10/2025) pagi.
Warga kembali dikejutkan dengan kemunculan Harimau Sumatera di dekat permukiman Batu Catuan Batang Lolo Sungai Rambutan, Nagari Persiapan Batang Lolo Pakan Rabaa, Kamis (9/10/2025) pagi.

PADEK.JAWAPOS.COM-Seekor anak harimau sumatera kembali ditemukan terjerat jerat babi di kawasan Kototabang, Nagari Kotorantang, Kecamatan Palupuh, Sabtu (22/11).

Insiden ini menambah daftar panjang konflik satwa dilindungi dengan aktivitas manusia di jalur habitat Agam–Bukittinggi.

Anak harimau itu pertama kali terlihat oleh pemilik lahan, Eriyanto, saat menuju kebun. Ia mendapati satwa dilindungi tersebut tak berdaya dengan jerat melilit kaki depan serta bagian tubuh lainnya.

Temuan itu langsung dilaporkannya kepada Wali Jorong Batugadang, Firman Hidayah, yang kemudian meneruskan laporan ke BKSDA Sumbar.

Tidak lama setelah laporan diterima, tim gabungan BKSDA Sumbar, Polsek Palupuh, Koramil 12 Palupuh, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari), serta mahasiswa kehutanan Universitas Riau bergerak menuju lokasi.

Evakuasi baru bisa dilakukan setelah Tim Medis BKSDA dan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi tiba di lokasi.

“Satwa kita bius untuk meminimalkan stres dan risiko luka tambahan. Setelah tertidur, baru dilakukan evakuasi,” kata Kepala Resor KSDA Wilayah II Maninjau, Ade Putra, kemarin.

Anak harimau itu kemudian dibawa ke TMSBK Bukittinggi untuk observasi lanjutan.

Dari pemeriksaan awal, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, memastikan satwa tersebut berjenis kelamin betina, berusia di bawah satu tahun, dengan panjang tubuh sekitar satu meter.

Meski jerat melilit leher, kaki dan badan, tidak ditemukan luka signifikan. Evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 18.00. Aparat Polres Bukittinggi, Polsek Palupuh, dan Koramil 12 Palupuh ikut mengamankan prosesnya.

Kawasan Kototabang diketahui sebagai habitat alami harimau sumatera. Sebulan terakhir, seekor harimau memang terdeteksi berada di sekitar area itu, bahkan sempat masuk ke kompleks BRIN Agam yang tidak jauh dari lokasi jerat.

BKSDA mengingatkan warga agar tidak lagi memasang jerat babi yang berpotensi mencederai satwa dilindungi.

“Jerat bukan hanya menangkap babi hutan. Harimau, beruang, dan satwa lain juga terancam. Kami meminta masyarakat menghentikan pemasangan jerat,” tegas Kapolsek Palupuh, Iptu Muhammad Raufudding Silitonga.

Kasus ini kembali menguatkan pentingnya mitigasi konflik manusia–satwa di kawasan perlintasan harimau sumatera yang semakin terdesak aktivitas perkebunan dan pemanfaatan lahan masyarakat. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#tmsbk bukittinggi #bksda sumbar #anak harimau