Kegiatan ini diikuti sekitar 50 anak terdampak banjir bandang sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial pascabencana.
Para relawan mengajak anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif yang membuat suasana posko menjadi lebih ceria.
Aktivitas tersebut membantu mengalihkan rasa cemas yang masih tersisa setelah peristiwa banjir.
Setelah sesi bermain, anak-anak diajak menonton film Surau dan Silek yang sarat nilai budaya Minangkabau.
Koordinator Lapangan Semen Padang Peduli, Hendra Wayan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi trauma anak-anak.
Pendampingan psikososial, menurutnya, penting agar mereka kembali merasa aman selama masa pemulihan.
Beberapa peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Raka Perdana menyebut dirinya “jadi tidak takut lagi”, sementara Muhammad Afif Ikrami mengatakan kegiatan itu membuatnya mendapat banyak teman baru.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa trauma healing merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat, terutama anak-anak yang rentan secara psikologis.
Sejak awal bencana, Semen Padang Peduli telah menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah terdampak di Agam dan daerah lain di Sumatera Barat.
Kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya terkait peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penguatan ketahanan bencana.(*)
Editor : Hendra Efison