Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam sempat menyampaikan rencana pemantauan serta perbaikan sementara berupa penambalan (patching) pada November lalu.
Namun hingga kini, penanganan tersebut belum terealisasi.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Agam, Ofrizon, mengatakan perbaikan Jalan Rohana Kudus belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Saat ini pemerintah daerah belum memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. Namun kami akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan dan hanya bisa melakukan penambalan pada titik-titik yang rusak,” ujar Ofrizon saat dikonfirmasi Padang Ekspres.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran sehingga perbaikan permanen belum memungkinkan.
Usulan peningkatan Jalan Rohana Kudus direncanakan masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027.
Di lapangan, kondisi jalan dilaporkan semakin memburuk.
Sejumlah lubang besar terdapat di badan jalan, sementara genangan air saat hujan menutup permukaan aspal dan menyulitkan pengendara, terutama pada malam hari.
Ketua RK 01 Jorong II Balai Ahad, Nagari Kampung Sawah, Jefri Antoni, mengatakan kerusakan jalan awalnya berupa lubang kecil yang terus melebar akibat tidak adanya perbaikan.
“Lubang ini awalnya kecil. Karena sering tergenang air hujan, aspal retak dan akhirnya menjadi lubang besar. Kami sudah menyampaikan keluhan ke instansi terkait, termasuk ke PU, tapi belum ada tindak lanjut nyata,” kata Jefri.
Menurutnya, Jalan Rohana Kudus merupakan akses utama warga, khususnya untuk distribusi hasil pertanian.
Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat karena meningkatkan biaya angkut dan risiko kecelakaan.
“Kami hanya ingin jalan ini bisa dilewati dengan aman. Kalau jalan rusak, ekonomi masyarakat juga ikut terganggu,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan penanganan darurat berupa penambalan atau pengecoran sementara agar jalan tetap dapat dilalui dengan aman.(CR1)
Editor : Hendra Efison