PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah lumpur yang masih melekat di rumah dan jalanan Palembayan, kehadiran Polri pascagalodo tidak sekadar menjaga keamanan.
Polisi turun langsung menjadi bagian dari denyut pemulihan warga, dari layanan kesehatan, pemulihan psikologis, hingga membantu roda ekonomi agar kembali bergerak.
Sejak posko pascabencana dibuka di Salareh Aia, personel Polri bersama Polda dan Polres Agam menjadi tulang punggung pelayanan darurat.
Posko itu berfungsi sebagai pusat koordinasi evakuasi dan distribusi logistik, sekaligus layanan kesehatan awal bagi warga yang terdampak banjir bandang dan lingkungan tercemar.
Dokter polisi (dokpol) bersama tenaga kesehatan siaga di lokasi untuk menangani keluhan pascabanjir, mulai dari luka ringan hingga penyakit akibat air dan lumpur.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko wabah penyakit di tengah kondisi pengungsian yang padat.
“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi memastikan warga merasa aman dan terlayani, terutama dalam hal kesehatan,” kata Kapolres Agam AKBP Mauri, Kamis (18/12).
Kebutuhan praktis warga juga menjadi perhatian. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat membuka layanan servis sepeda motor gratis bagi kendaraan yang terendam banjir.
Program ini digelar di sejumlah titik sekitar Salareh Aia agar kendaraan warga kembali bisa digunakan untuk bekerja, berbelanja, hingga mengantar anak sekolah.
“Kalau kendaraan bisa dipakai lagi, aktivitas warga ikut pulih. Ekonomi lokal bisa mulai bergerak,” ujar Kapolres.
Tak hanya fisik, trauma psikologis warga—terutama anak-anak—juga menjadi fokus. Tim Trauma Healing Mabes Polri dan Polda Sumbar turun langsung menggelar pendampingan psikososial.
Anak-anak diajak mengikuti permainan edukatif, mewarnai, hingga belajar di rumah belajar sementara yang disiapkan di area posko.
Metode sederhana seperti permainan tradisional dan drama boneka digunakan untuk membantu anak-anak melepaskan rasa takut dan kembali pada rutinitas belajar.
“Anak-anak adalah prioritas. Kami ingin mereka merasa aman, bisa bermain dan bicara tanpa rasa cemas,” jelas AKBP Mauri.
Penanganan pascagalodo Palembayan memperlihatkan kerja kolaboratif lintas instansi.
Polri bersinergi dengan TNI, Basarnas, PMI, pemerintah daerah, dan relawan lokal, mulai dari pencarian dan evakuasi, pembersihan fasilitas umum dan sekolah, hingga distribusi logistik.
Namun tantangan masih besar. Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak menghambat distribusi bantuan, sementara sebagian warga masih bertahan di pengungsian dengan risiko kesehatan pascabanjir yang mengintai.
Kapolres Agam menegaskan, dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar pemulihan tidak berhenti di fase tanggap darurat.
“Posko akan tetap dibuka selama diperlukan. Tapi ke depan, kami berharap dukungan untuk hunian sementara, layanan kesehatan rutin, dan program ekonomi agar warga benar-benar bisa bangkit,” tutupnya. (ptr)
Editor : Novitri Selvia