Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Agam Siapkan Lahan Huntap di Palembayan untuk Korban Bencana

Putra Susanto • Jumat, 26 Desember 2025 | 09:59 WIB

HUNIAN TETAP: Bupati Agam Benni Warlis saat meninjau pematangan lahan untuk hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di BBI Gumarang, Nagari Tigokoto Silungkang, Palembayan, baru-baru ini.
HUNIAN TETAP: Bupati Agam Benni Warlis saat meninjau pematangan lahan untuk hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di BBI Gumarang, Nagari Tigokoto Silungkang, Palembayan, baru-baru ini.

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam mulai menggeser fokus penanganan pascabencana dari hunian sementara ke hunian tetap (huntap).

Di Kecamatan Palembayan, Pemkab menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana.

Lahan yang disiapkan berada di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigokoto Silungkang, dan merupakan aset milik Pemkab Agam.

Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat permukiman baru bagi korban bencana yang saat ini masih bergantung pada hunian sementara (huntara).

Bupati Agam Benni Warlis menegaskan, penyediaan huntap menjadi langkah penting agar warga terdampak segera memiliki tempat tinggal yang layak dan permanen.

”Selain huntara, kita juga menyiapkan lokasi untuk huntap. Ini bagian dari komitmen pemulihan pascabencana,” kata Benni Warlis.

Saat ini, proses awal pembangunan telah dimulai. Empat unit alat berat dikerahkan untuk melakukan pembersihan dan perataan lahan (leveling). Tahapan ini menjadi prasyarat sebelum konstruksi Huntap dilaksanakan.

Pemkab Agam juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak ketiga. Donatur maupun lembaga yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Huntap dipersilakan bergabung.

”Kalau ada donatur yang ingin membangun Huntap di sini, tentu akan kita sambut,” ujarnya.

Namun jika dukungan pihak luar tidak terealisasi, Benni memastikan pembangunan Huntap tetap berjalan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

”Nantinya bentuk Huntap sama seperti yang dibangun di Lubukbasung,” jelasnya.

Sambil menunggu pembangunan huntap rampung, warga terdampak akan terlebih dahulu menempati huntara yang kini masih dalam tahap pengerjaan.

Benni menambahkan, percepatan pembangunan huntap juga menjadi perhatian pemerintah pusat.

”Pak Presiden berpesan agar huntap ini bisa segera dibangun, sehingga warga terdampak tidak terlalu lama berada di hunian sementara,” katanya.

Pemkab Agam sendiri mencatat kebutuhan 518 unit huntara bagi warga terdampak bencana yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Penyediaan huntara ini menjadi langkah darurat sebelum warga dipindahkan huntap yang kini mulai dipersiapkan pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rudi Hendri mengatakan, huntara disiapkan sebagai solusi jangka pendek agar warga terdampak tidak terlalu lama tinggal di lokasi yang berisiko.

“Huntara ini sifatnya transisi. Sambil warga menempatinya, pemerintah daerah juga mempersiapkan perencanaan menuju hunian tetap,” ujar Rudi.

Berdasarkan data Perkim Agam, Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan kebutuhan huntara terbanyak, yakni 205 KK, disusul Kecamatan Tanjungraya sebanyak 181 KK.

Di Palembayan, pembangunan huntara tersebar di sejumlah titik, antara lain lapangan bola SDN 05 Kayupasak, lapangan bola Padang Sibabaju Jorong Kayupasak Timur, serta lapangan bola Jajaran Tantaman.

”Saat ini, pembangunan huntara di lapangan bola SDN 05 Kayupasak sudah mulai dikerjakan sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana,” katanya.

Sementara itu, Kecamatan Ampekkoto membutuhkan 66 unit huntara yang direncanakan dibangun di lahan DOB Bancah, Balingka.

Kecamatan Malalak tercatat membutuhkan 15 unit, dengan lokasi di lapangan Lambeh Jorong Bukik Malanca.

Adapun Kecamatan Palupuh membutuhkan 51 unit huntara, yang akan dibangun di lapangan Pakan Salasa Jorong Sungai Guntuang dan Lapangan Jorong Batehgadang.

Untuk Kecamatan Tanjungraya, kebutuhan huntara mencapai 181 KK dan tersebar di beberapa nagari. Lokasi yang disiapkan di antaranya lahan Kampung Ujung Jorong Bancah Nagari Maninjau, serta OW Linggai Nagari Duokoto.

Sebagai tahap lanjutan, Pemkab Agam juga telah menyiapkan lahan pembangunan huntap di BBI Gumarang, Kecamatan Palembayan. Saat ini, lokasi tersebut tengah memasuki tahap pematangan lahan.

“Harapannya, setelah masa tinggal di huntara, warga bisa segera dipindahkan ke hunian tetap yang lebih aman dan layak. Proses ini tentu membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pusat,” tutup Rudi. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#huntara #Palembayan #Nagari Tigokoto Silungkang #Benni Warlis #huntap #pemkab agam