Ancaman Longsor di Matur Agam, Puluhan Warga Masih Mengungsi di Kelok 42
Rian Afdol• Selasa, 6 Januari 2026 | 19:45 WIB
Sebanyak 15 KK Jorong Kuok Tigo Koto, Agam, bertahan di pengungsian sejak 1 Januari 2026 karena khawatir longsor susulan di wilayah tersebut. Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudik, Kabupaten Agam, bertahan di pengungsian sejak Kamis (1/1/2026) karena khawatir terjadi longsor susulan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, masih bertahan di pengungsian karena kekhawatiran terhadap potensi longsor, Selasa (6/1/2026).
Warga mengungsi di salah satu rumah warga yang dinilai lebih aman di kawasan Kelok 42 sejak Kamis (1/1/2026).
Di lokasi pengungsian tersebut, warga juga mendirikan tenda umum dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama mengungsi.
“Di titik pengungsian ini kami terdiri dari 15 KK. Kami mengungsi di salah satu rumah warga di Kelok 42 sejak Kamis (1/1),” ujar Syafrizal (54), salah seorang pengungsi, Selasa (6/1/2026).
Syafrizal menjelaskan, total warga yang mengungsi berjumlah 54 orang.
“Dari jumlah itu terdapat enam orang lanjut usia, 16 pelajar dan mahasiswa, serta lima balita,” katanya.
Ia menyebutkan, kekhawatiran warga meningkat saat hujan turun atau terdengar suara gemuruh dari pergerakan tanah di sekitar permukiman.
“Saat terjadi hujan kami merasa sangat cemas, apalagi jika terdengar suara gemuruh runtuhan. Karena itu kami memilih untuk tetap tinggal di pengungsian,” ujarnya.(rna)