Material berupa lumpur, batu, dan kayu menutup area sekolah, kantor camat, serta rumah warga. Pembersihan dilakukan secara manual sejak pagi.
Puluhan personel Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Kamang Tangah Anam Suku dari Kecamatan Kamang Magek dikerahkan ke lokasi.
Mereka bergabung dengan sekitar 50 relawan Bangkik dari Surau, Kecamatan Ampek Angkek, serta pemuda Pasa Maninjau.
Sebanyak 40 personel Polri juga diterjunkan. Tim dipimpin Kasubdit Dasum Polda Sumbar, Kompol Deddy Indrawan. Mereka turut membersihkan material longsor bersama masyarakat.
“Polri tidak sekadar hadir menjaga keamanan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa segera bangkit dan beraktivitas kembali. Itu sebabnya kami turun langsung membantu pembersihan,” ujar Kompol Deddy.
Upaya ini diperkuat kehadiran 23 mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) Nagari Koto Gadang Anam Koto 2026 yang ikut membantu pemulihan di lapangan.
Warga menilai pembersihan cepat diperlukan agar fasilitas publik dan rumah tidak mengalami kerusakan lanjutan.
“Kalau tidak cepat dibersihkan, sekolah, kantor, dan rumah warga bisa makin rusak. Aktivitas kami bisa terhenti lama,” kata seorang warga.
Sinergi antara warga, relawan, mahasiswa, dan aparat mempercepat proses pemulihan di kawasan salingka Danau Maninjau setelah serangkaian longsor terjadi dalam beberapa hari terakhir.(ptr)
Editor : Hendra Efison