Infrastruktur ini menggantikan jembatan lama yang hancur akibat banjir bandang November 2025.
Peresmian dilakukan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Machfud. Pembangunan jembatan dikerjakan ZIDAM XX/TIB Yon TP 896/SP Kodam XXI/TIB sejak 28 Desember 2025.
Sebelum jembatan ini berdiri, jalur utama Malalak Utara–Malalak Barat terputus total.
Aktivitas warga terganggu, distribusi hasil kebun tersendat, dan pelajar harus melintasi jembatan darurat dengan kondisi terbatas.
TNI AD mempercepat pembangunan karena akses tersebut dinilai sebagai jalur vital masyarakat. Pekerjaan dilakukan siang dan malam meski cuaca tidak menentu.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyebut berfungsinya kembali jembatan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam pemulihan pascabencana.
“Negara hadir hari ini. Kita melihat sendiri bagaimana TNI bekerja tanpa kenal lelah, bahkan di tengah hujan, demi memastikan akses masyarakat kembali terbuka,” ujar Iqbal.
Ia mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, dan Polri dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam.
“Kita bersyukur, kondisi Agam yang sempat terdampak parah kini berangsur membaik. Infrastruktur yang rusak satu per satu mulai dibangun kembali,” katanya.
Iqbal menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana masih berlangsung, termasuk pengerjaan jembatan Bailey di beberapa lokasi.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai semua. Dengan akses kembali normal, masyarakat bisa berkebun lagi, ekonomi bergerak, dan kita berdoa tidak ada lagi bencana di Kabupaten Agam,” ujarnya.
Peresmian juga dihadiri Camat Malalak Ulya Satar, Sekretaris BPBD Agam, kepala OPD, Wali Nagari Malalak Utara, dan tokoh masyarakat setempat.
Dengan difungsikannya jembatan Armco ini, isolasi dua bulan warga Malalak resmi berakhir dan aktivitas masyarakat kembali bergerak.(ptr)
Editor : Hendra Efison