Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Korban ke-17 Galodo Malalak Ditemukan, Tinggal Satu Hilang

Putra Susanto • Senin, 19 Januari 2026 | 08:57 WIB

Tim gabungan bersama warga saat mengevakuasi jasad bayi laki-laki korban galodo di Toboh, Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Agam, Minggu (18/1).
Tim gabungan bersama warga saat mengevakuasi jasad bayi laki-laki korban galodo di Toboh, Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Agam, Minggu (18/1).
PADEK.JAWAPOS.COM-Setelah lebih dari dua bulan pencarian, korban ke-17 galodo Malalak akhirnya ditemukan. Seorang bayi laki-laki ditemukan warga di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu (18/1), sekitar pukul 10.21. Dengan penemuan ini, tinggal satu korban lagi yang masih dinyatakan hilang dari total 18 orang terdampak bencana galodo.

Jenazah bayi tersebut ditemukan saat warga bergotong royong membersihkan sisa material bencana di lokasi terdampak galodo. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada pihak berwenang dan pemerintah setempat.

 Berdasarkan keterangan pihak nagari dan keluarga, bayi tersebut diduga kuat merupakan Afnan Syabil Kareem (1,5 tahun), salah satu korban galodo yang dilaporkan hilang sejak bencana menerjang wilayah Malalak Timur pada 26 November 2025 lalu.

Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan identitas korban. Ia mengatakan Afnan memang tercatat dalam daftar korban hilang pascagalodo.

”Korban sebelumnya dinyatakan hilang sejak kejadian galodo. Dengan ditemukannya hari ini, jumlah korban yang sudah ditemukan menjadi 17 orang,” ujarnya.

Usai dievakuasi oleh petugas dibantu warga, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Pada hari yang sama, jasad Afnan dimakamkan di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur.

Sementara itu, satu korban lainnya masih dinyatakan hilang, yakni Yar, 49, perempuan. Meski pemerintah daerah telah menghentikan operasi pencarian resmi terhadap korban hilang sejak 22 Desember 2025 lalu, upaya pencarian secara terbatas dan insidental masih terus dilakukan oleh warga. Warga berharap korban terakhir segera ditemukan agar seluruh korban galodo Malalak dapat dipastikan nasibnya.

Sementara itu, temuan terkait bencana galodo juga terjadi di wilayah lain di Kabupaten Agam. Tiga buah tulang yang diduga tulang manusia ditemukan di lokasi bencana banjir bandang Simpang Dingin, Jorong Subarangaia, Nagari Salarehaia Timur, Kecamatan Palembayan, Jumat (16/1) sekitar pukul 09.30.

Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi mengatakan, tulang tersebut pertama kali ditemukan warga dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, aparat Polsek Palembayan bersama personel Brimob Polda Sumbar langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

”Tiga tulang yang diduga tulang manusia itu langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi,” ujar Kapolsek, Minggu (18/1).

Saat ini, temuan tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan pemeriksaan forensik guna memastikan apakah tulang tersebut merupakan tulang manusia serta kemungkinan keterkaitannya dengan korban banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 lalu.

Banjir bandang di wilayah Palembayan sebelumnya menyebabkan ratusan korban jiwa, puluhan orang dilaporkan hilang, serta menimbulkan kerusakan parah pada rumah warga, lahan pertanian, jembatan, dan akses jalan. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#Bencana Sumbar 2025 #korban bencana #galodo Malalak #kabupaten agam