Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penerima Huntara di Agam Menyusut jadi 406 KK: Di Kayupasak segera Diresmikan, Titik Lain masih Proses

Putra Susanto • Kamis, 22 Januari 2026 | 12:45 WIB
SEGERA DIRESMIKAN: Pengerjaan hunian sementara (Huntara) di SDN 05 Kayupasak, Salarehaia, Palembayan, tinggal menyisakan prasarana pendukung seperti ketersediaan listrik, dan prasarana lainnya.
SEGERA DIRESMIKAN: Pengerjaan hunian sementara (Huntara) di SDN 05 Kayupasak, Salarehaia, Palembayan, tinggal menyisakan prasarana pendukung seperti ketersediaan listrik, dan prasarana lainnya.

PADEK.JAWAPOS.COM-Jumlah warga terdampak bencana di Kabupaten Agam yang bersedia menempati hunian sementara (Huntara) kembali mengalami penurunan.

Berdasarkan pemutakhiran data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam per 17 Januari 2026, tercatat 406 kepala keluarga (KK) menyatakan bersedia menempati Huntara.

Sekretaris Dinas Perkim Agam, Ir. Rudi Hendri, mengatakan ratusan KK tersebut tersebar di enam kecamatan.

Di Kecamatan Palembayan, sebanyak 250 KK dari Nagari Salarehaia, Salarehaia Timur, dan Tigokoto Silungkang akan menempati Huntara yang dibangun di lapangan bola SDN 05 Kayupasak, lapangan bola Padang Sibabaju, serta lapangan bola jajaran Tantaman.

Sementara di Kecamatan Ampekkoto, terdapat 33 KK dari Sungailandia dan Balingka yang bersedia menempati Huntara di lahan DOB Bancah, Nagari Balingka.

Di Kecamatan Malalak, sebanyak 14 KK warga Malalak Timur akan menempati Huntara di lapangan Lambeh, Bukikmalancah. Selanjutnya, di Kecamatan Palupuh tercatat 55 KK dari Pasialaweh dan Pagadih.

Sedangkan di Kecamatan Tanjungraya, sebanyak 54 KK dari Nagari Maninjau, Sungaibatang, Duokoto, Bayur, Kotomalintang, dan Tanjungsani akan menempati Huntara di lapangan Kampung Ujung, Jorong Bancah, serta kawasan OW Linggai Park di Nagari Duokoto.

Rudi Hendri menambahkan, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan data awal. Sebelumnya, Pemkab Agam mencatat 545 KK bersedia menempati Huntara.

Penurunan jumlah penerima berdampak langsung pada rencana pembangunan Huntara. Dari rencana awal 550 unit, jumlah Huntara yang akan dibangun kini disesuaikan menjadi 406 unit.

Dari jumlah tersebut, 357 unit sudah dalam proses pengerjaan, sementara sisanya belum dapat dikerjakan. Progres pembangunan Huntara bervariasi, mulai dari 15 persen hingga 60 persen, tergantung kondisi dan lokasi di masing-masing titik.

Khusus untuk 55 unit Huntara di Kecamatan Palupuh, hingga kini belum dapat dikerjakan karena kondisi lokasi yang tergolong ekstrem, dengan tingkat kemiringan lahan lebih dari 20 persen.

Berdasarkan kajian BNPB dan pemerintah provinsi, lokasi tersebut tidak direkomendasikan untuk pembangunan Huntara dan disarankan agar dicarikan lokasi alternatif yang lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menjelaskan selain faktor teknis lokasi, berkurangnya jumlah unit Huntara juga dipengaruhi pilihan sebagian warga terdampak yang memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH) serta kendala kepemilikan lahan bagi Huntara mandiri.

“Tidak semua warga terdampak memilih menempati Huntara. Sebagian memilih skema DTH, sementara lainnya terkendala persoalan lahan, khususnya untuk Huntara mandiri,” ujar Rahmad.

Ia menambahkan, di beberapa kecamatan, salah satunya Ampekkoto, terdapat calon penerima yang mengundurkan diri karena tidak memiliki lahan yang memenuhi persyaratan teknis.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan kembali jumlah unit Huntara yang dibangun agar tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya menyelesaikan pembangunan Huntara sesuai jadwal.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat evaluasi pembangunan Huntara bersama OPD dan para camat secara virtual dari Pos Komando Bencana Alam di balairung rumah dinas Bupati Agam, awal pekan lalu.

Ia menyampaikan, Huntara yang berlokasi di SDN 05 Salarehaia direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat, yakni Jumat mendatang. Sementara itu, pembangunan Huntara di titik-titik lainnya masih terus berproses.

Muhammad Iqbal menekankan masih terdapat sejumlah pekerjaan penting yang harus dituntaskan, di antaranya saluran pembuangan, ketersediaan listrik, fasilitas WC, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya agar Huntara benar-benar layak dihuni.

Selain itu, seluruh data pendukung, termasuk data DTH dan data teknis lainnya, diminta segera dilengkapi dan diverifikasi.

Data tersebut nantinya akan dipaparkan oleh Bupati Agam saat peresmian sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana.

“Waktu kita tinggal dua hari menjelang peresmian. Seluruh persiapan harus benar-benar matang,” tegas Wabup. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#huntara #Palembayan #SDN 05 Kayupasak #Nagari Salarehaia #muhammad iqbal