Bantuan disalurkan untuk menunjang kebutuhan dasar warga selama tinggal di huntara yang disiapkan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.
BNPB mendistribusikan bantuan berupa kasur, selimut, matras, kompor, perlengkapan dapur keluarga, perlengkapan kebersihan diri, perlengkapan anak, serta alat kebersihan lingkungan.
Seluruh bantuan diangkut menggunakan tujuh unit truk dan mulai dimanfaatkan penghuni seiring hampir rampungnya pembangunan hunian sementara.
Bantuan Mulai Dimanfaatkan Penghuni
Salah seorang penghuni huntara, Warti, menyampaikan bantuan tersebut membantu aktivitas harian warga yang kini tinggal di hunian sementara.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Sekarang kebutuhan dasar seperti kasur, selimut, dan perlengkapan dapur sudah ada, sehingga aktivitas sehari-hari di huntara jadi lebih nyaman,” ujar Warti.
Hunian sementara Kayu Pasak disiapkan untuk 117 kepala keluarga yang akan menempati 117 unit huntara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia.
Sebelumnya, warga terdampak bencana sempat mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak dan di rumah kerabat sambil menunggu penyediaan hunian sementara.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pascabencana
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengatakan penyaluran peralatan rumah tangga ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama berada di hunian sementara.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Agam.
Baca Juga: Jeremie Boga Kembali ke Italia Gabung Juventus; Napoli Bidik Alisson Santos
Hunian sementara Kayu Pasak diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Lokasi huntara berada sekitar 36 kilometer dari ibu kota Kabupaten Agam di Lubuk Basung dan menjadi solusi sementara hingga pembangunan hunian tetap direalisasikan.
Pemerintah daerah bersama BNPB memastikan dukungan logistik dan fasilitas dasar tetap tersedia agar warga dapat menjalani aktivitas harian dengan layak selama masa transisi. (CR1)
Editor : Hendra Efison