Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Disdukcapil Agam Jemput Bola Pulihkan 1.822 Dokumen Kependudukan Penyintas Bencana

Putra Susanto • Senin, 2 Februari 2026 | 08:58 WIB

 

Petugas Disdukcapil Agam melakukan pelayanan administrasi kependudukan dengan jemput bola bagi penyintas bencana dan kelompok rentan
Petugas Disdukcapil Agam melakukan pelayanan administrasi kependudukan dengan jemput bola bagi penyintas bencana dan kelompok rentan
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat memulihkan hak-hak administrasi penyintas bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut akhir November 2025 lalu.

Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sebanyak 1.822 dokumen kependudukan milik penyintas bencana berhasil diterbitkan kembali.

Kepala Disdukcapil Agam, Dedi Asmar, mengatakan ribuan dokumen tersebut rusak dan hilang akibat terendam banjir bandang, terutama di wilayah Salarehaia, Kecamatan Palembayan. Kondisi itu sempat menghambat akses warga terhadap berbagai bantuan pemerintah.

”Dokumen kependudukan yang diterbitkan ulang ini seluruhnya terdampak bencana. Banyak warga kehilangan KK, KTP-el, hingga akta kelahiran karena terendam banjir,” ujar Dedi Asmar, Minggu (1/2).

Dari total 1.822 dokumen yang diterbitkan, terdiri dari 758 Kartu Keluarga, 775 KTP-el, 20 layanan perekaman, 125 akta kelahiran, 135 akta kematian, tujuh Kartu Identitas Anak (KIA), satu surat pindah, serta satu Identitas Kependudukan Digital (IKD). Data ini berasal dari 18.279 jiwa penduduk yang terdata di kawasan terdampak bencana.

Pelayanan administrasi kependudukan dilakukan dengan pola jemput bola. Disdukcapil membuka layanan di kantor nagari dan kecamatan, serta memanfaatkan Sistem Informasi Layanan Elektronik Terintegrasi Online (SILETON) untuk mempercepat input data warga.

Dokumen yang telah terbit bahkan langsung diantarkan kepada penyintas agar bisa segera digunakan sebagai syarat mengakses bantuan sosial, dana duka, jatah hidup, hingga program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tak hanya fokus pada penyintas bencana, Disdukcapil Agam juga mengintensifkan pelayanan jemput bola bagi kelompok masyarakat rentan.

Ini mengingat akses terhadap bantuan sosial pemerintah masih sangat bergantung pada kelengkapan dokumen kependudukan. Namun di lapangan, banyak warga paling rentan seperti lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak memiliki kemampuan untuk mengurus administrasi secara mandiri.

”Kita banyak menemukan lansia yang hidup sendiri, disabilitas, sampai ODGJ. Kalau menunggu mereka datang ke kantor, tentu tidak akan terlayani. Karena itu, negara harus hadir mendatangi mereka,” ujar Dedi.

Untuk memperluas jangkauan pendataan, Disdukcapil Agam bahkan tetap menjalankan layanan jemput bola di hari libur. Momentum libur panjang dan arus balik perantau juga dimanfaatkan untuk melengkapi data kependudukan masyarakat.

”Kami tetap siagakan petugas, termasuk saat hari libur dan momen Lebaran nanti. Saat itu banyak perantau pulang kampung, mobilitas tinggi, dan ini peluang untuk melengkapi data kependudukan,” jelasnya.

Guna memperkuat efektivitas pelayanan di lapangan, Disdukcapil Agam mendorong dukungan dari unsur legislatif. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan alat perekaman data kependudukan di setiap nagari, atau minimal di tiap kecamatan. ”Ini sudah beberapa kali kami komunikasikan dengan anggota DPRD Agam. Alhamdulillah, responsnya sangat positif,” ungkap Dedi.

Ia menegaskan, pelayanan administrasi kependudukan merupakan bentuk kehadiran negara yang mencakup seluruh siklus kehidupan warga, mulai dari kelahiran hingga kematian. Prinsip tersebut terus ditanamkan kepada seluruh jajaran petugas.

”Pelayanan kependudukan itu dari lahir sampai meninggal. Itu kami tekankan agar petugas benar-benar melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh,” tutupnya. (*)

 

 

Editor : Eri Mardinal
#dokumen kependudukan #Disdukcapil Agam #Penyintas Bencana #jemput bola