PADEK.JAWAPOS.COM-Keluhan panjang pengguna jalan di ruas provinsi Manggopoh–Padangluar akhirnya mendapat angin segar.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan perbaikan akan dilakukan pada Februari 2026 melalui kegiatan patching atau perawatan rutin.
Kepastian ini muncul setelah kondisi jalan kian mengkhawatirkan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna.
Pantauan Padang Ekspres, Selasa (3/1), kerusakan jalan tampak hampir merata di sepanjang jalur vital tersebut.
Lubang dan permukaan bergelombang ditemukan mulai dari Simpang Gudang hingga pusat pemerintahan Kabupaten Agam di Lubukbasung.
Lubang-lubang berdiameter cukup besar memaksa pengendara roda dua maupun roda empat melaju ekstra hati-hati. Situasi kian berbahaya saat hujan, karena genangan air menutup lubang sehingga sulit terdeteksi.
Tak jarang kendaraan harus saling menghindar dan memperlambat laju, memicu antrean dan potensi kemacetan.
“Jalur ini sudah lama rusak. Makin hari lubangnya makin banyak. Perbaikan yang ada selama ini hanya ditambal di beberapa titik, itupun sebentar saja. Satu-dua bulan kemudian rusak lagi,” keluh seorang pengguna jalan Rizal, 42, warga Jorong Surabayo, Lubukbasung.
Ia mengaku setiap hari melintasi jalur tersebut untuk mengantar anak sekolah. Menurutnya, kondisi jalan sangat berisiko, terutama pada malam hari ketika lubang tak terlihat jelas.
“Coba tanya pengendara yang biasa lewat malam-malam, pasti jawabannya makin bahaya. Apalagi kalau hujan, lubang ketutup air,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya Andra Saputra, 35, sopir angkutan barang rute Manggopoh–Bukittinggi.
Selain membahayakan keselamatan, buruknya kondisi ruas Manggopoh–Padanglua dinilai mengganggu aktivitas ekonomi, khususnya distribusi barang.
“Akses yang tidak layak mempengaruhi banyak hal. Ekonomi jadi tak lancar, belum lagi ancaman kecelakaan. Saya yakin sudah banyak pengendara yang mengalami musibah di jalur ini,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan titik-titik kerusakan terparah berada menjelang Pasar Balai Selasa, kawasan Simpang Batuhampar, serta di depan SPBU Monggong.
Di lokasi-lokasi ini, lubang menganga dan permukaan jalan bergelombang menjadi “jebakan” bagi pengendara.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Agam, Ofrizon, menyebutkan perbaikan ruas tersebut telah dijadwalkan oleh Dinas BMCKTR Sumbar pada Februari ini melalui kegiatan patching sebagai bagian dari pemeliharaan rutin.
"Penanganan itu merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemkab Agam dengan Dinas BMCKTR Sumbar. Mengingat status ruas Manggopoh–Padanglua merupakan jalan provinsi, kewenangan perbaikan berada di tangan pemerintah provinsi," katanya.
Ia mengakui bahwa ruas jalan tersebut selama beberapa bulan terakhir memang dikeluhkan pengguna jalan.
Lubang dan permukaan jalan yang rusak dinilai membahayakan keselamatan, terutama pada jam-jam sibuk dan saat hujan, ketika genangan menutup lubang jalan.
Sambil menunggu realisasi perbaikan dari provinsi, DPUTR Kabupaten Agam, akunya, juga melakukan penanganan darurat di sejumlah titik rawan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Penanganan terbatas sudah kami lakukan, terutama di titik-titik yang cukup membahayakan, termasuk di kawasan Simpang Tigo Lubukbasung,” ujarnya.
Meski Pemkab Agam telah melakukan penanganan darurat di sejumlah titik rawan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, namun masyarakat berharap, penanganan ke depan tidak sekadar tambal sulam, melainkan perbaikan yang lebih menyeluruh, termasuk pembenahan drainase agar kerusakan tidak cepat berulang. (ptr)
Editor : Novitri Selvia