Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Akses Sicincin–Koto Tuo Dipulihkan, BPJN Rancang 4 Jembatan Permanen di Malalak

Hendra Efison • Kamis, 12 Februari 2026 | 12:13 WIB

 

 

BPJN Sumbar tangani 28 longsoran di ruas Malalak–Koto Tuo Agam sepanjang 17 km.
BPJN Sumbar tangani 28 longsoran di ruas Malalak–Koto Tuo Agam sepanjang 17 km.
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menangani 28 titik longsoran di ruas Simpang Malalak–Koto Tuo, Kabupaten Agam, sepanjang 17 kilometer, sekaligus merancang empat jembatan permanen dan pelebaran jalan.

PADEK.JAWAPOS.COM– BPJN Sumatera Barat memproses perbaikan jalan dan jembatan di KM 74–75 ruas Simpang Malalak–Koto Tuo, Kabupaten Agam, yang terdampak longsor pada 2025. Penanganan mencakup 28 titik kerusakan sepanjang 17 kilometer.

Kepala BPJN Sumbar Friyandi Putra mengatakan perbaikan kini memasuki tahap desain empat jembatan permanen. Setelah perencanaan disetujui, pekerjaan konstruksi akan dilanjutkan.

“Perbaikan jalan dan jembatan di KM 74 dan 75 Simpang Malalak–Kototuo dalam tahap disain empat jembatan permanen, kalau nanti sudah okey akan dilanjutkan,” katanya.

Ia menyebut penanganan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bina Marga melalui BPJN Sumbar serta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui BWSS V.

Kolaborasi dilakukan karena terdapat kerusakan jembatan, box cover, dan sejumlah titik aliran sungai.

Pembersihan material longsor telah dikerjakan agar akses Sicincin–Koto Tuo dapat tersambung kembali. Tahap berikutnya mencakup pembangunan jembatan permanen dan pelebaran badan jalan.

Kolaborasi Lahan dan Fungsi Jalur Alternatif

Friyandi menjelaskan pelaksanaan proyek melibatkan Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya terkait lahan yang telah ditanami masyarakat. Jika tanaman terdampak pelebaran jalan, mekanisme ganti rugi akan disiapkan.

“Kalau masalah lahan sudah ada tanamannya jelas akan ada ganti rugi,” ujarnya, didampingi Kasatker PJN I Andy Mulya Rusli dan PPK PJN I.2 Rio Andika.

Ia menambahkan dua sabo dam untuk menahan longsoran dan aliran sungai menjadi kewenangan BWSS V. Infrastruktur tersebut dirancang mendukung stabilitas lereng dan mengurangi risiko kerusakan berulang.

Kepala Bidang Bina Marga Pemkab Agam Gani Basya mengatakan pendataan tanaman masyarakat yang terdampak sedang diproses. “Mudah-mudahan cepat tuntas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Army Zoprades menyebut ruas Sicincin–Malalak berfungsi sebagai jalur alternatif saat jalan Padang–Padang Panjang bermasalah.

Ia menambahkan pemeliharaan jalur Lubuk Basung–Bukittinggi juga terus dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap lancar.(z)

Editor : Hendra Efison
#perbaikan jalan Sicincin #longsor agam #Jalan Malalak Koto Tuo #BPJN Sumbar #jembatan permanen Malalak