Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir dan Longsor Terjang Tiga Kecamatan di Agam, Ratusan KK Terdampak

Putra Susanto • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:26 WIB

PEMBUKAAN JALUR: Petugas gabungan membersihkan material longsor yang menutup ruas jalan provinsi Bukittinggi– Maninjau di Lubuaksao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis (12/2).
PEMBUKAAN JALUR: Petugas gabungan membersihkan material longsor yang menutup ruas jalan provinsi Bukittinggi– Maninjau di Lubuaksao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis (12/2).

PADEK.JAWAPOS.COM-Banjir dan tanah longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Agam, Rabu (11/2) sore hingga malam.

Bencana ini memutus akses jalan di sejumlah titik, menghanyutkan jembatan darurat, merendam rumah warga, serta memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Tanjungraya.

Longsor di Jorong Lubuksao, Nagari Dalko, sempat menutup total ruas jalan provinsi Bukittinggi–Maninjau sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian material mencapai 1,5 meter.

Satu unit mobil Avanza sempat tertimpa longsor, namun sopir dan dua penumpangnya berhasil menyelamatkan diri.

Namun, pada Kamis (12/2) pagi mulai bisa dilalui kendaraan. Pembersihan material longsor dilakukan menggunakan dua unit alat berat. Sekitar pukul 09.15, akses jalan dibuka terbatas dengan sistem buka tutup.

Meski sudah bisa dilalui, kondisi tebing di sekitar lokasi masih labil. Petugas tetap bersiaga mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi potensi longsor susulan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Pembukaan jalur ini masih bersifat sementara. Pemantauan lereng dan pembersihan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan pengguna jalan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam.

BPBD Agam mengimbau warga yang bermukim di lereng perbukitan dan bantaran sungai tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Longsor juga menimpa tiang listrik hingga menyebabkan aliran listrik padam. Sebanyak 30 KK atau sekitar 80 jiwa terpaksa mengungsi ke SDN 09 Lubuaksao.

Selain itu, longsor juga menutup akses jalan kabupaten ruas Bukik Apik menuju Kotopanjang Damagadang. 

Banjir juga merendam permukiman warga di Nagari Kotokaciak, Jorong Kotokaciak dan Pasarabaa. Sedikitnya 90 KK dievakuasi oleh tim gabungan kecamatan dan nagari.

Warga sebagian mengungsi ke rumah kerabat, tetangga, serta masjid setempat.

Di Nagari Maninjau, luapan Batang Balok di Jorong Bancah membobol dam sementara. Air meluap ke ruas jalan Maninjau–Sungaibatang dan menggenangi SDN 09 Bancah.

Warga setempat bahu-membahu memasang dam darurat dengan batu dan kayu untuk menahan aliran air agar kembali ke sungai. Namun, ketinggian air di hulu nyaris sejajar dengan dam darurat hasil pengerukan sungai.

Sementara itu, di Nagari Sungaibatang, banjir merendam Jorong Labuah dan Jorong Nagari. Sekitar 50 KK dilaporkan mengungsi, sementara jumlah jiwa terdampak di sebagian wilayah masih dalam pendataan.

Di Kecamatan Palembayan, banjir melanda Nagari Salarehaia. Air meluap hingga badan jalan dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.

Bahkan, jembatan sementara penghubung Masjid Syuhada Sawahlaweh–Kampung Pili hanyut terbawa arus. Debit sungai di Jorong Subarangaia juga meningkat dan menghanyutkan jembatan darurat di wilayah tersebut.

Sementara di Kecamatan Lubukbasung, luapan Batang Siguhung merendam dua unit rumah warga di Jorong Siguhung. Arus air juga menggerus badan jalan provinsi di kawasan tersebut dan dikhawatirkan berpotensi terban jika hujan kembali turun.

Imbau Warga segera Mengungsi ke Huntap

Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah, turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Tanjungraya, Kamis (12/2).

Di hadapan warga yang rumahnya terancam abrasi dan longsor susulan, bupati menegaskan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.

Bencana dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Agam sejak Rabu (11/2) sore hingga malam. Debit sungai melonjak, meluap ke permukiman warga, sementara pergerakan tanah terjadi di beberapa titik rawan lereng.

Peninjauan diawali di kawasan Labuah Data, Nagari Dalko, lokasi longsor yang menggerus tebing dan mengancam akses jalan serta rumah warga.

Di lokasi ini, Bupati Benni Warlis berdialog dengan masyarakat untuk menyerap kebutuhan mendesak pascabencana, mulai dari pembersihan material longsor hingga upaya pengamanan lereng.

Rombongan kemudian bergerak ke Jorong Ambacang, Nagari Kotomalintang, dilanjutkan ke Sungai Tabo, Jorong Kotokaciak, Nagari Kotokaciak.

Di sejumlah titik, material lumpur, batang kayu, dan puing terbawa arus banjir bandang, menggenangi rumah warga serta fasilitas umum, termasuk sekolah.

Abrasi dan luapan sungai di bantaran permukiman menjadi ancaman serius. Sejumlah rumah dilaporkan nyaris tergerus arus, memaksa warga meningkatkan kewaspadaan.

“Kami minta masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan daerah rawan longsor untuk tetap siaga. Jika hujan kembali turun deras dan muncul tanda-tanda bahaya, jangan ragu segera menyelamatkan diri ke tempat aman dan laporkan ke aparat setempat,” tegasnya.

Ia mendorong warga yang bermukim di zona rawan bencana untuk mempertimbangkan relokasi ke hunian tetap (huntap) yang telah disiapkan pemerintah.

Menurutnya, tinggal di kawasan berisiko tinggi sama artinya mempertaruhkan keselamatan setiap kali hujan deras datang.

“Keselamatan jiwa jauh lebih penting. Pemerintah sudah menyiapkan opsi huntap. Ini perlu dipertimbangkan serius oleh warga yang rumahnya berada di zona rawan,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka menengah, Pemkab Agam akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar terkait normalisasi aliran sungai dan penanganan titik-titik rawan longsor.

Langkah ini dinilai penting agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Kepada para wali nagari di wilayah terdampak, Benni meminta agar segera mengidentifikasi serta menyiapkan lahan yang layak untuk lokasi hunian tetap bagi warga yang harus direlokasi.

Baca Juga: Klopp Masuk Radar Real Madrid, Ajukan 4 Syarat Keras ke Florentino Perez Jika Ingin Rekrut

Dengan sinergi pemerintah daerah, provinsi, dan masyarakat, penanganan dampak bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#tanah longsor #Jorong Lubuksao #BPBD Agam #banjir #Nagari Dalko