Sejak pukul 16.00 WIB, pedagang mulai membuka lapak di sepanjang area pasar dengan tenda sederhana yang berjejer menawarkan beragam hidangan berbuka puasa.
Aneka menu tersaji, mulai dari sop buah, kolak pisang, es cendol, es tebak, aneka gorengan, lontong isi, pecal, hingga minuman kekinian yang menarik perhatian pengunjung.
Sejumlah pedagang ampera juga menjajakan lauk khas Minang seperti rendang, gulai tunjang, ayam goreng, dan sambal hijau untuk melengkapi kebutuhan berbuka masyarakat.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari kuali bercampur dengan wangi kuah gulai menciptakan suasana khas Ramadan yang semakin menarik minat pembeli menjelang waktu berbuka puasa.
Warga dari berbagai kalangan tampak antusias memilih menu, sementara aktivitas jual beli meningkat signifikan mendekati azan Magrib.
Salah seorang pedagang sop buah dan gorengan, Marlisa (31), mengatakan Ramadan menjadi momen paling dinantikan setiap tahun karena terjadi lonjakan pembeli dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah, ramai. Biasanya tidak seramai ini. Dalam satu sore, pendapatan bisa mencapai sekitar satu juta rupiah,” ujarnya.
Menurut Marlisa, puncak keramaian terjadi sekitar pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka, saat pembeli datang silih berganti tanpa henti dalam waktu relatif singkat.
Ia menyebutkan bahan dagangan dibeli setiap hari guna menjaga kesegaran dan kualitas, meskipun sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga selama Ramadan.
Meski demikian, ia berupaya tidak menaikkan harga secara signifikan demi menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.
“Yang penting dagangan habis dan pembeli puas,” katanya.
Antusiasme juga disampaikan pengunjung, salah satunya Natasha Aulia (19), yang datang bersama teman-temannya untuk mencari suasana berbuka berbeda di Pasar Pambukoan.
Menurutnya, pilihan makanan yang banyak dengan harga relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri untuk berburu takjil sekaligus menikmati suasana sore Ramadan.
“Pilihan makanannya banyak dan suasananya ramai. Jadi sekalian jalan-jalan sore sambil menunggu waktu berbuka,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di sekitar Pasar Lama Lubuk Basung meningkat menjelang Magrib, dengan area parkir dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat.
Sejumlah petugas tampak berjaga untuk mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Keberadaan Pasar Pambukoan tidak hanya menghadirkan suasana khas Ramadan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi pedagang musiman yang memanfaatkan momentum tahunan ini untuk menambah penghasilan.(*)
Editor : Hendra Efison