Bupati Agam Benni Warlis meninjau langsung proses rehabilitasi tersebut, Selasa (3/3). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan di lapangan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur pemerintah kecamatan, serta perangkat nagari setempat. Ia melihat progres pembersihan lahan sekaligus berdialog dengan petani yang terdampak bencana.
Benni Warlis mengatakan sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di kawasan Tanjungraya. Karena itu, percepatan rehabilitasi lahan dinilai penting agar aktivitas pertanian tidak terlalu lama terhenti.
”Kita ingin lahan yang terdampak ini cepat produktif kembali. Kalau sawah sudah bisa ditanami, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujarnya di lokasi.
Ia menjelaskan, rehabilitasi meliputi pembersihan material sisa bencana seperti lumpur dan batu, perbaikan struktur tanah agar kembali subur, serta pembenahan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Untuk mempercepat pekerjaan, sejumlah alat berat dikerahkan di area persawahan.
Pemkab Agam menargetkan proses pemulihan dapat rampung tepat waktu sehingga musim tanam berikutnya tidak terganggu. Bupati juga meminta koordinasi lintas instansi diperkuat agar pelaksanaan rehabilitasi berjalan maksimal tanpa kendala di lapangan.
Selain pemulihan fisik lahan, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan bantuan benih dan pupuk bagi petani terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat langsung dimanfaatkan setelah lahan kembali siap ditanami.
Sejumlah petani di Nagari Kotokaciak berharap rehabilitasi segera selesai. Sejak bencana melanda pada akhir November 2025 lalu, sebagian sawah tidak dapat digarap karena tertimbun material serta rusaknya saluran irigasi. Pemkab Agam menegaskan pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana di wilayah Kecamatan Tanjungraya. (*)
Editor : Eri Mardinal